Ziarah Masjid di Bogor
Belajar Tahfiz Al-Quran Sambil Menyiarkan Agama Islam
Melakukan tadarus Al-Qur'an dan mengajak jamaah yang biasa beribadah di masjid yang dituju untuk ikut mengaji.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Soewidia Henaldi
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Menyiarkan agama Islam di menjadi tugas mulia yang dijalani para santri Pondok Pesantren Sulaimaniyah di Puncak.
Pondok pesantren yang berada di kawasan Masjid Tujuh Lantai, Kampung Batu Kasur, Desa Batu Layang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini dihuni para tahfiz Al-Qur'an.
Selama bulan ramadhan, banyak aktivitas yang dijalankan para santri ini.
Ketua Pondok Pesantren Sulaimaniyah Batukasur, Sofwan Duri mengatakan, para santri dikirim ke masjid sekitar untuk mensyiarkan agama islam.
"Mereka dikirim ke masjid-masjid sekitar Cisarua atau Puncak untuk menghidupkan kembali islam di tempat tersebut," katanya kepada TribunnewsBogor.com.
Lanjutnya, minimal dua santri yang turun ke satu masjid.
Biasanya mereka melakukan tadarus Al-Qur'an dan mengajak jamaah yang biasa beribadah di masjid yang dituju untuk ikut mengaji.
Kadang, ada pula yang menjadi imam salat tarawih di masjid sekitar.
"Santri juga pernah ada yang menjadi imam tarawih di Masjid Atta'Awun," tuturnya.
Para santri ini awalnya menghadap dewan kemakmuran masjid (DKM) untuk menyampaikan tujuan mereka.
Bila disetujui, santri yang datang ke masjid-masjid ini langsung melakukan dakwah di masjid tersebut.
Seperti diketahui, pasa santri yang mengikuti progoram tahfiz Al-Qur'an ini datang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Untuk bisa ikut pondok pesantren di sini harus menjalani tes dulu. Bila lolos seleksi bisa bergabung di sini," tutur Sofwan.
Di sini, anak-anak pesantren memang diprogram untuk menghafal Al-Qur'an.
Setiap hari mereka harus menyetor hafalan Al-Qur'an kepada guru pendampingnya.
Cepat atau lambatnya para murid dalam menghafal Al-Qur'an ini tergantung dari daya menghafalnya.
Ada yang cepat, atau ada juga yang butuh waktu lebih.
Sekitar 70 anak yang ada di pesantren Sulaimaniyah untuk tahun ini.
Mereka semua tidak dipungut biaya selama menjalani pendidikan di pondok pesantren Sulaimaniyah ini.
Nantinya, murid terbaik pesantren akan dikirim ke Turki untuk kembali menimba ilmu di sana.
"Anak-anak yang terbaik akan dikirim ke Turki untuk memperdalam belajar soal Al-Qur'an. Tapi harus menlewati tahap seleksi dulu," tuturnya.
Sebuah masjid bernama Masjid Baitul Rahman menyatu dengan area pondok pesantren.
Warga sekitar menengal masjid itu sebagai masjid tujuh lantai.
Sebutan masjid tujuh lantai diambil karena bangunannya yang berdampingan dengan sebuah pesantren Pondok Pesantren Sulaimaniyah.
Bangunan pondok pesantrennya menjulang tinggi beberapa lantai.
Dominasi warna cokelat, putih dan hijaunya terlihat dari gedung pesantren yang bergenting cokelat itu.
Beberapa menara tinggi terlihat, bahkan dari kejauhan gedung masjid tujuh lantai ini sudah tampak.
Gedung pesantren ini membentuk leter L, sementara masjidnya berada di tengah-tengahnya.
Masjid ini tidak dibuat bertingkat, namun atapnya berbentuk limas dengan dilapisi genten berwarna cokelat.
Senada dengan gedung pesantren, masjid ini juga didominasi warna hijau dan cokelat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/masjid-baitul-rahman_20160617_110436.jpg)