Hindari Risiko Kolesterol dan Kegemukan Saat Lebaran, Ini Caranya
Makanan manis, berlemak dan asin boleh dikonsumsi, namun jumlahnya harus dibatasi.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Makanan berkarbohidrat dan tinggi lemak pasti banyak tersedia di Hari Raya Idul Fitri ini.
Mulai dari ketupat, rendang, opor ayam dan makanan bersantan lainnya sudah pasti menjadi santapan utama.
Namun, banyak risiko kesehatan yang ditimbulkan dari makanan khas lebaran tersebut.
Ahli Gizi dari Departemen Gizi Masyrakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Sri Anna Marliyati mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga asupan gizi agar tetap seimbang.
"Di libur lebaran ini penting kita waspadai terjadinya kenaikan kadar kolesterol dan lemak tubuh (Trigliserida), juga kenaikan kadar glukosa darah," katanya kepada TribunnewsBogor.com.
Lanjutnya, ada empat prinsip gizi Seimbang, yakni membiasakan makan beraneka ragam dan minum air putih dalam jumlah yang cukup, sesuai kebutuhan, termasuk batasi makanan manis, berlemak dan asin.
Lalu, menjaga kebersihan dan keamanan makanan, dan kebersihan diri dan lingkungan membiasakan hidup aktif dan berolah raga teratur.
Pertahankan berat badan ideal
Dalam prinsip gizi seimbang yang dimaksud beraneka ragam selain keanekaragaman jenis pangan juga termasuk proporsi makanan yang seimbang, dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan dilakukan secara teratur.
"Pada suasana Lebaran dimana banyak makanan yang lezat, prinsip ini sebaiknya tetap diterapkan, sehingga tidak mengakibatkan kolesterol darah kita naik dan berat badan naik setelah lebaran karena konsumsi makanan yang tidak terkontrol," tuturnya.
Konsumsi sayur dan buah-buahan juga sebaiknya diperhatikan, dianjurkan konsumsi sayuran 3-4 porsi dan buah 2-3 porsi.
Konsumsi sayur dan buah yang mencukupi akan memberikan asupan vitamin dan mineral yang cukup, sehingga tubuh kita akan tetap sehat.
Sayur dan buah juga memberikan asupan serat pangan yang sangat bermanfaat untuk kelancaran saluran pencernaan kita sehingga tidak sembelit.
Minum juga harus diperhatikan, dengan porsi idealnya yakni delapan gelas perhari.
Saat atau pasca lebaran juga harus tetap ingat prinsip gizi seimbang terkait dengan pembatasan makanan manis, berlemak dan asin.
"Makanan manis, berlemak dan asin boleh dikonsumsi, namun jumlahnya harus dibatasi," terangnya.
Saat dan pasca lebaran juga sebisa mungkin tetap menyempatkan untik berolahraga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-makanan-khas-lebaran_20160708_145020.jpg)