Mengapa Saat Menelepon Kita Mengucapkan 'Halo', Ini Penjelasannya

Meskipun kita bertemu langsung dengan si penelepon tapi kita atau orang lain meminta perhatian.

Penulis: Soewidia Henaldi | Editor: Soewidia Henaldi
Pixabay.com
Ilustrasi menelepon 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Saat menelepon seseorang atau menerima telepon, ucapan pertama yang keluar dari mulut kita adalah kalimat 'halo'.

Kalimat Halo juga diucapkan semua orang di seluruh dunia saat berkomunikasi lewat telepon.

Tapi tahukah Anda arti dari kalimat halo?

Berdasarkan sumber yang dihimpun TribunnewsBogor.com, kata Halo memiliki makna tolong perhatiannya.

Uniknya, meskipun kita bertemu langsung dengan si penelepon tapi kita atau orang lain meminta perhatian.

Kata Halo sendiri sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1827.

Namun, fungsinya tidak langsung menjadi kata sapaan.

Sekitar tahun 1830, halo dijadikan kata penarik perhatian dan mengekspresikan keterkejutan.

Menariknya, bukan Alexander Graham Bell sebagai penemu telepon yang menjadikan halo sebagai kata pertama yang terlontar melalui gagangnya.

Dia justru merekomendasikan kata 'hoy'.

Kata itu berasal dari bahasa Belanda yang juga berarti halo.

Meski eksistensinya lebih lama sekitar 100 tahun dari 'hello' di bahasa Inggris, ahoy ternyata tak sukses dan halo lebih populer.

Di buku telepon pertama di dunia, diterbitkan tahun 1878 oleh District Telephone Company of New Haven, ada lembar tambahan "Cara Pemakaian".

Kata halo direkomendasikan untuk mengawali perbincangan.

Karena itu, untuk meminta perhatian lawan bicara saat menelepon dipakailah suatu kata Halo yang artinya tolong perhatiannya.

Jadi itu juga alasan kenapa saat lawan bicara tidak memerhatikan, kita selalu mengucapkan kata halo, halo berulang-ulang.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved