Kawasan Industri di Bogor Paling Diminati Warga Pendatang

Tahun 2015 lalu, kata Budi, jumlah penduduk pendatang baru yang ada di lima kecamatan bertambah jumlahnya yakni 10.291 jiwa.

Kawasan Industri di Bogor Paling Diminati Warga Pendatang
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Suasana di kantor pelayanan Disdukcapil Kabupaten Bogor, Rabu (10/2/2016). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor mewaspadai lonjakan jumlah penduduk usai lebaran di wilayah Kabupaten Bogor.

Pasalnya, jumlah penduduk di Kabupaten Bogor dipastikan akan mengalami meningkatan cukup signifikan setelah arus balik lebaran ini.

Kasie Administrasi Kependudukan pada Disdukcapil Kabupaten Bogor, Budi Badarutaman mengatakan, saat ini jumlah penduduk di Kabupaten Bogor sekitar 5,3 juta jiwa dan setiap tahunnya selalu bertambah dengan penduduk pendatang baru pasca lebaran.

Terutama di kawasan industri seperti Gunung Putri, Cileungsi, Citeureup, Bojonggede dan Cibinong.

"Biasanya kami mengambil sampel di lima kecamatan dan masing-masing kecamatan kami data dua desa," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (15/7/2016).

Tahun 2015 lalu, kata Budi, jumlah penduduk pendatang baru yang ada di lima kecamatan bertambah jumlahnya yakni 10.291 jiwa.

"Kalau se-Kabupaten Bogor bisa lebih dari segitu jumlahnya, karena biasnaya itu pas pulang kampung warga ngajak teman atau saudaranya," terangnya.


TribunnewsBogor.com/Damanhuri

Lebih lanjut dia mengatakan, dari pendataan yang pernah dilakukan pada tahun lalu penduduk pendatang baru paling banyak itu di wilayah kecamatan Cileungsi, yakni sampai 2.676 jiwa.

Sebab, disana merupakan kawasan industri sehingga menjadi sasaran para pencari kerja dari luar daerah untuk mengadu nasib disana.

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan pendataan ke beberapa wilayah yang menjadi tujuan para pendatang baru.

Biasanya, sambung dia, mereka ini sudah bermukim di Bogor lebih dari satu tahun namun tidak mau mengurus surat pindahnya.

"Terkadang itu saat didata mereka bilangnya cuma ngontrak, kalau kami sifatnya hanya mendata dan mengingatkan agar mengurus dokumen administrasi kependudukannya," tandasnya.

Penulis: Damanhuri
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved