Breaking News:

Wali Kota Bogor Beri Kesempatan Pada Kafe Sniper, Tapi Harus Lakukan Ini

Apalagi, kata dia, jika kafe Sniper masih menjadi diskotek terselubung, pihaknya tidak akan mengeluarkan izin.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Penutupan kafe 'Sniper' dibilangan Perumahan Bogor Nirwana Residence, Bogor Selatan, Kota Bogor, rupanya berbuntut panjang.

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Bogor, Bima Arya, menutup tempat tersebut.

Kafe yang baru saja beroperasi beberapa hari lalu ini, terpaksa harus menutup tempatnya karena berbagai hal.

Tapi rupanya sejak saat itu, Bima mulai melembek dan memberikan kesempatan bagi pengelola kafe untuk bisa kembali beroperasi.

Namun, tentu saja keputusan ini pun disertakan syarat oleh suami Yane Ardian ini. 

"Kafe Sniper boleh buka tapi hanya kafe atau restoran biasa saja, tidak boleh buka selama masih jualan miras termasuk bir," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (19/7/2016) di Balaikota Bogor.

Apalagi, kata dia, jika kafe Sniper masih menjadi diskotek terselubung, pihaknya tidak akan mengeluarkan izin.

"Saya dapat laporan katanya mirasnya sudah tidak ada, DJ nya juga sudah tidak ada, dan izinnya sekarang sedang diproses," tambahnya.

Ia menegaskan, siapapun pemilik dari kafe tersebut, jika masih berjualan miras maka tidak akan dikeluarkan izinnya.

"Siapapun pemiliknya harus ikut prosedur, semua harus ikut aturan," tegasnua.

Tak hanya untuk Cafe Sniper, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kata dia, menyampaikan ke pihak BNR bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan di situ untuk jadi tempat berjualan miras dan tempat hiburan malam (THM).

"Cafe, restoran silahkan, tapi tidak boleh ada diskotek termasuk diskotek terselubung yakni terbuka tapi ada DJ nya," kata dia.

Kemudian tidak boleh ada cafe atau restoran apapun yang buka di atas pukul 00.00 WIB.

"Kalau masih ada yang buka melebihi pukul 00.00 WIB, maka akan disegel, kita akan proses untuk disegel kemudian ditutup.

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved