Pantai Anyer Diterjang Bandang
Ribuan Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang Pantai Anyer, Petugas Bakal Jebol Tanggul
Sebanyak 2.310 rumah rusak, 202 diantaranya terendam banjir, 52 rumah hilang atau rata dengan tanah.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Musibah banjir bandang dan longsor di kawasan Pantai Anyer, Pandeglang, Banten pada Minggu (24/7/2016) mengakibatkan ribuan rumah rusak.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan
bencana banjir bandang dan longsor yang menimpa beberapa di desa di Banten telah merusak ribuan rumah warga.
Sebanyak 2.310 rumah rusak, 202 diantaranya terendam banjir, 52 rumah hilang atau rata dengan tanah.
"549 hektar sawah rusak, 11 unit sekolah terendam, dua kembatan warga terputus dan satu Bendungan CIdemang jebol,"katanya dalam siaran pers yang diterima TribunnewsBogor.com, Selasa (26/7/2016).
Lanjutnya, satu unit mobil dan empat sepeda motor juga hilang.
Bencana alam yang melana kemarin diakibatkan derasnya hujan serta luapan air laut yang sedang pasang.
Tim BPBD Kabupaten Serang telah melakukan mengirimkan kebutuhan korban terdampak berupa tenda pengungsi, logistik dan kebutuhan lain nya.
Petugas tim penanggulangan bencana telah melakukan upaya pembersihan lumpur yang menimbun jalan sehingga sudah bisa dilewati oleh kendaraan meskipun satu arah.
Masih terdapat genangan dibeberapa tempat, hal tersebut lebih disebabkan oleh air yg tidak dapat mengalir keluar.
"Besok rencananya beberapa tanggul akan dijebol guna mengalirkan air-air tersebut. Sementara untuk warga terdampak dan sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing," katanya.
Sementara, BPBD Kabupaten Pandeglang akan menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari terhitung mulai tgl 24 juli- 6 Agustus 2016.
Terdapat satu jembatan yang mengalami penurunan muka jalan , sehingga akses jalan utama carita mengalami buka tutup jalan.
"BNPB memberikan bantuan Dana Siap Pakai ( DSP ) sebesar Rp 250 juta guna kegiatan tanggap darurat bencana Banjir Bandang di Kabupaten Pandeglang. Kami juga merekomendasikan agar Pemkab Pandeglang agar menata saluran dranise, melakukan penanaman pohon berakar kuat untuk meningkatkan daya ikat tanah," tuturnya.