Breaking News:

Ternyata Inilah Fungsi Sebenarnya dari Tempurung Kura-kura, Bukan Sebagai Pelindung Lho !

Kura-kura purba butuh waktu sekitar 50 juta tahun untuk melebarkan tulang rusuknya dan membentuk tempurung secara penuh.

Editor: Bima Chakti Firmansyah
Kompas.com
Jika selama ini kita selalu diajarkan, dan percaya, bahwa tempurung pada kura-kura berfungsi sebagai pelindung. Maka sebuah temuan terbaru, melalui penelitian terhadap kura-kura purba, mengungkapkan fungsi sebenarnya dari tempurung. Intisari-Online.com - Jika selama ini kita selalu diajarkan, dan percaya, bahwa tempurung pada kura-kura berfungsi sebagai pelindung. Maka sebuah temuan terbaru, melalui penelitian terhadap kura-kura purba, mengungkapkan fungsi sebenarnya dari tempurung. Peneliti melihat sisa-sisa dari 47 kura-kura proto purba (Eunotosaurus africanus), jenis reptil purba 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Selama ini kita selalu diajarkan, dan percaya, bahwa tempurung pada kura-kura berfungsi sebagai pelindung.

Maka sebuah temuan terbaru, melalui penelitian terhadap kura-kura purba, mengungkapkan fungsi sebenarnya dari tempurung.

Peneliti melihat sisa-sisa dari 47 kura-kura proto purba (Eunotosaurus africanus), jenis reptil purba yang memiliki tempurung sebagian.

Mereka menemukan bahwa hewan tersebut memiliki tulang rusuk yang lebih lebar.

Analisis ini kemudian mengungkap bahwa kura-kura purba dulunya menggunakan tempurung untuk menggali liang.

Kemudian seiring proses evolusi, fungsinya berubah menjadi perisai perlindungan.

"Pertanyaan seriusnya mengapa tempurung kura-kura berkembang, jawabannya jelas, untuk perlindungan," kata Tyler Lyson, Kurator Paleontologi Vertebrata di Museum Alam dan Ilmu Pengetahuan Denver kepada Livescience.

"(Namun awalnya) tempurung kura-kura tidak untuk perlindungan tapi untuk menggali tanah. Mereka melakukannya untuk melarikan diri dari lingkungan yang tidak bersahabat di Afrika Selatan, tempat dimana mereka tinggal," tambahnya.

Sejarah evolusi tempurung kura-kura itu sejak dulu memang membingungkan para peneliti.

Hal ini karena minimnya fosil yang ditemukan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved