Sensasi Perkebunan Teh dan 'Sambalado' di Gunung Kencana Puncak
Gunung Kencana ini memang belum begitu familiar dan belum menjadi objek wista utama warga bila bepergian ke Puncak.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Di sini gunung, di sana gunung.
begitu lah kira-kira kalimat yang mungkin bisa mewakili kondisi alam di wilayah Bogor ini.
Ya, secara geografis Bogor memang dikelilingi banyak gunung.
Dua Gunung yang terkenal yakni Gunung Gede-Pangrango dan Gunung Salak.
Dua Gunung raksasa di wilayah Bogor itu menjadi santapan empuk para pecinta alam untuk menaklukannya.
Namun, bila ingin ke puncak gunung sana, anda harus melakukan persiapan sebaik mungkin, mulai dari perlengkapan hingga kondisi fisik.
Tapi, bagi anda yang hanya ingin sekedar berjalan-jalan namun tetap bisa merasakan sensasi naik gunung, Gunung Kencana jawabannya.
Terletak di kawasan Puncak, tepatnya di Kampung Lahan Cadangan, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Jawa Barat, gunung kecil ini bisa menjadi pilihan bagi traveler yang ingin mendaki santai.
Gunung Kencana ini memang belum begitu familiar dan belum menjadi objek wista utama warga bila bepergian ke Puncak.
Pintu masuk menuju Gunung Kencana ini sama dengan pintu masuk menuju Telaga Warna, di daerah perkebunan Teh.
Tepatnya di sebelah taman El Rimba Puncak, setelah Masjid Atta'awun.
Di Pintu Masuk, anda membayar tiket masuk hanya Rp 5 ribu per orang.
Petualangan pun dimulai.
Untuk menuju kawasan Gunung Kencana, anda harus melewati jalan berbatu.
Disarankan anda menggunakan sepeda motor, atau mobil khusus medan berat seperti mobil offroad.
Tidak direkomendasikan menggunakan mobil city car atau mobil yang biasa digunakan di jalan halus, karena kondisi jalan berbatu dan menanjak.
Di sepanjang perjalanan, anda akan disuguhi pemandangan hamparan perkebunan teh.

Gugusan bukit dan gunung juga akan menyegarkan mata anda sepanjang perjalanan.
Catatan, lebih enak perjalanan dilakukan pada pagi hari karena pemandangan akan terlebih terlihat jelas, dan udara pun masih segar.
Di sepanjang perjalanan, anda bisa berhenti sejenak untuk istirahat atau sekedar berfoto, karena ada beberapa titik untuk berfoto yang menarik.
Tak terasa sekitar 45 menit mencicipi jalan berbatu, anda akan tiba di sebuah perkampungan warga bernama Kampung Lahan Cadangan.
Di sana, anda bisa menitipkan kendaraaan di rumah warga dengan tarif Rp 5 ribu per motor.
Lalu, kalau ingin menginap biayanya Rp 10 ribu.
Kalau lupa membawa perbekalan seperti minum dan makanan ringan, anda membelinya di warung kelontong yang ada di perkampungan warga itu.
Jarak dari perkampungan menuju pintu masuk pendakian Gunung Kencana tidak begitu jauh.
Spanduk bertuliskan Selamat Datang di Wisata Alam Gunung Kencana akan menyambut anda di pintu masuk.
Anda cukup membayar Rp 10 ribu saja untuk menaiki Gunung Kencana Ini.
Pendakian dimulai.
Saat pertama kali memasuki Gunung Kencana, anda akan disambut dengan Tanjakan Sambalado.

Mm, nama yang terdengar unik.
Entah siapa yang menamai Tanjakan tersebut dengan nama yang sama dengan judul lagu milik pedangdut ayu Ting Ting.
Belum diketahui pula maksud dari penamaan Tanjakan Sambalado itu.
Tanjakan Sambalado ini cukup terjal dengan kemiringan yang cukup tajam.
Anda harus menaiki ratusan anak tangga dengan ketinggian sekitar sebetis orang dewasa tiap anak tangganya.
Dasar dari anak tangga masih berbentuk tanah dan akar, sehingga cukup licin.
Anda pun harus berpegangan dengan kayu yang dipasang di kiri kanannya.
Dijamin anda akan ngos-ngosan dan berkeringat saat mencapai akhir tanjakan Sambalado ini.
kalau dikira-kira, nama Tanjakan Sambalado ini seperti kita berkeringat karena memakan sambal, meski sedikit tapi menggeretak pedasnya.
Perjalanan pun dilanjutkan dengan melawati dua pos.
Anda pun harus hati-hati karena kondisi jalanan cukup licin.
Setelah sekitar satu jam pendakian, rasa lelah anda akan terbayar dengan pemandangan indah dari puncak Gunung Kencana.
Di ketinggian 1803 meter diatas permukaan laut (MDPL), anda disuguhkan dengan birunya langit serta pemandangan Gunung Gede.
mata anda juga akan dimanjakan dengan hamparan perkebunan warga dan perkampungan warga.
Banyak pendaki yang menikmati pemandangan sambil bersantai di puncak dengan cara yang beragam.
Ada yang sibuk berfoto dengan latar pemandangan Gunung Gede, ada pula yang memasang hammock untuk bersantai di bawah pohon.

Di Puncak Gunung Kencana ini juga bisa digunakan untuk berkemah.
Konon, waktu yang tpat untuk menikmati indahnya pemandangan di Puncak Gunung Kencana ini ketika matahari terbenam dan di pagi hari.
Bagaimana, tertarik mencoba mendaki Gunung Kencana?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/gunung-kencana_20160807_130935.jpg)