Breaking News:

Kurangi Kecepatan Saat Melintas di Jalan Ini Malam Hari, Berbahaya !

Kondisi jalan yang sempit serta banyak belokan tajam membuat ruas jalan tersebut cukup berbahaya

Penulis: Damanhuri | Editor: Soewidia Henaldi
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Jalan Raya Tajur, Citeureup, Kabupaten Bogor kondisinya berbahaya karena ada bekas longsor yang belum diperbaiki. 

Laporan Wartawan TribunnwsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Para pengendara yang melintas di Jalan Raya Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor harus ekstra hati-hati terutama di malam hari.

Kondisi jalan yang sempit serta banyak belokan tajam membuat ruas jalan tersebut cukup berbahaya terutama bagi pengendara roda dua.

Rawannya Jalan Raya Tajur diperparah dengan adanya longsor di bahu jalan sehingga berbahaya bagi pengendara yang melintas.

Pantauan TribunnewsBogor.com, pada Senin (8/8/2016) longsoran itu berada di tepian jalan tikungan yang berlokasi di Desa Tajur, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bekas longsoran itu tampak dibiarkan begitu saja tanpa ada pembatas atau ditutup.

Disekitar longsor dengan kondisi jalan yang tidak terlalu lebar itu tidak ada pemukiman penduduk.

Menurut Sukardi (34) warga sekitar yang setiap hari melintas jalan itu mengatakan, longsoran jalan yang berada di wilayahnya itu sudah lebih dari satu bulan.

"Udah sebulan lebih kalau longsor yang disana itu, tapi sampai sekarang engga dibenerin juga. Padahal bahaya banget," ujarnya saat ditemui TribunnewsBogor.com tidak jauh dari lokasi longsoran.

Tak hanya itu, kata dia, dilokasi tersebut sangat minim penerangan jalan saat hari sudah mulai gelap.

Sebab, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terpasang sudah rusak dan hanya sebagai hiasan jalan.

"Tiang PJU nya ada, tapi percuma lampunya mati. Kalau lewat malam kadang jatung suka deg-degan takut ada orang jahat," katanya.

Dia berharap, longsoran jalan yang ada di wilayahnya itu segera dilakukan perbaikan karena membahayakan warga yang lewat di jalan penghubung antara Kecamatan Citeureup dan Sukamakmur itu.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved