Kisah Adi Sasono Pernah Dijuluki 'Indonesia's The Most Dangerous Man'

"Jika aku berbahaya, aku berbahaya bagi mereka," ucap Adi Sasono.

Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Tribunnews.com
mantan Menteri Koperasi dan UKM, Adi Sasono (baju batik) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kepergian mantan Menteri Koperasi dan UKM, Adi Sasono memang meningglakan luka mendalam bagi kerabat dan orang-orang terdekatnya.

Tak terkecuali para tokoh nasional yang pernah membangun bersama di era Presiden BJ Habibie.

Perjuangannya untuk mengangkat ekonomi rakyat memang luar biasa.

Sampai-sampai media asing pun menyebutnya sebagai 'Indonesia's The Most Dangerous Man (Orang Paling Berbahaya di Indonesia).

Lantas, apa arti dari julukan itu?

Dari penulusuran TribunnewsBogor.com, artikel yang berjudul Indonesia's 'Most Dangerous Man' yang ditulis oleh Keith B. Richburg, dipublish di media washingtonpost.com pada 2 Maret 1999.

Dalam artikel disebutkan kalau gelarnya terdengar tidak cukup berbahaya, yakni Menteri usaha kecil dan koperasi.

Dan secara pribadi, Adi adalah orang yang lembut dengan pembawaan yang sederhana.

Tapi, mengapa ia disebut oleh beberapa kritikus sebagai "orang yang paling berbahaya di Indonesia?"

Adi Sasono pun tertawa pelan dengan sebutannya itu.

"Saya sudah mencoba meyakinkan mereka bahwa aku tidak berbahaya sama sekali," kata Adi dalam sebuah wawancara.

Apa yang ditakuti dari Adi Sasono di beberapa kalangan adalah advokasi agresif dari apa yang disebut "Ekonomi Rakyat."

Pada dasarnya, itu berarti  usaha melepas cengkraman ekonomi konglomerat komersial dan mendistribusikan kekayaan untuk usaha kecil dan 50.000 atau lebih koperasi sebagian besar dikelola negara.

"Kebijakan ini bukan melawan orang-orang besar," kata Adi Sasono.

"Kami menentang kroni kapitalisme. Praktek yang berakar dalam kediktatoran 32 tahun Presiden Soeharto, di mana Kerabat Soeharto dan orang dalam secara politik diuntungkan," tutur Adi Sasono.

"Jika aku berbahaya, aku berbahaya bagi mereka," ucap Adi Sasono.

Beberapa kalangan menyebut kalau Adi Sasono semacam Robin Hood, mengambil dari segelintir orang kaya untuk diberikan kepada orang banyak miskin.

popularitas Adi Sasono telah melonjak di antara banyak orang Indonesia asli, yang disebut pribumi.

Adi Sasono dipandang sebagai aktivis sekaligus cendikiawan Islam, juga sebagai pahlawan, dan juga sebagai 'kingmaker' dimana dukungannya bisa berpengaruh besar pada pemilihan presiden berikutnya.

Tetapi yang lain, terutama para konglomerat, melihat dia dengan kecurigaan, bahkan ketakutan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved