Olimpiade Rio 2016
Atlet Ini Dijuluki Penerima Medali Emas Tersedih Selama Olimpiade Rio 2016
Se-gwang mengalahkan atlet Rusia Denis Albyazin, sementara di posisi perunggu, diraih atlet Jepang, Kenzo Shirai.
Penulis: Bima Chakti Firmansyah | Editor: Bima Chakti Firmansyah
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Atlet Korea Utara, Ri Se-gwang mendapat julukan baru di Olimpiade Rio 2016.
Julukan tersebut adalah peraih medali emas tersedih sedunia.
Dilansir laman Dailymail.co.uk bahkan ia terlihat menahan tangis.
Se-gwang mengalahkan atlet Rusia Denis Albyazin, sementara di posisi perunggu, diraih atlet Jepang, Kenzo Shirai.
Di atas podium, dua peraih medari dari Rusia dan Jepang nampak menebar senyum, namun tidak dengan Se-gwang.
"Saya diselimuti rasa haru kegembiraan karena akan membawa kebanggaan ini kepada pemimpin kami," jawab Se-gwang saat ditanya wartawan mengapa raut wajahnya sedih.
Peristiwa itu memicu beragam komentar dari beberapa netizen.

Se-gwang terlihat sedih karena ia kini menghadapi kepulangan dirinya ke Pyongyang dan akan menghadap Kim Jong-un.
Sementara itu panitia dari Korut yang menemani para atlet, sangat ketat menjalankan perintah dari rezim.
Belum lama ini, panitia Korut menyita telepon Samsung dari para atlet yang diberikan secara gratis oleh panitia Olimpiade Rio.
Mereka khawatir para atlet menghubungi pihak luar.
Samsung memang memberikan Galaxy S7 Gratis kepada 11.200 peserta ajang olahraga sejagat itu.
Selainitu, mereka juga melarang para atlet mengunjungi objek wisata di Rio atau bergaul dengan atlet lain.
Namun, ada yang haru tatkala atlet Korut Kim Song-guk memberi selamat kepada lawannya dari Korea Selatan.
Atlet penembak itu meraih perunggu untuk kategori pria 50 meter, sementara emas diraih oleh atlet Korsel Jin Jong-oh.
Pasangan itu saling berjabat tangan di atas podium. Dan saat konferensi pers, Song-guk mengatakan, "Kalau dua Korea jadi satu, kita bisa mendapatkan lebih banyak medali." katanya.
Sebelumnya, atlet senam Hong Un-jong melakukan selfie dengan atlet Korsel, Lee Eun-ju di awal-awal pertandingan.
Meski tensi politik kedua negara meruncing selama lebih dari 70 tahun, namun selama Olimpiade Rio, dua perempuan menyampingkan urusan politik dengan tampil selfie dan berbincang-bincang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ri-se-gwang-atlet-korut_20160819_144010.jpg)