Breaking News

Dikira Batu Biasa, Nelayan Kaget Ternyata Ini Mutiara Bernilai Rp1,3 Triliun

Dia tidak tahu berapa nilainya dan disimpan di rumah sebagai benda pembawa keberuntungan saja.

Tayang:
Penulis: Bima Chakti Firmansyah | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Youtube
Mutiara Raksasa ini beratnya 34 kg. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Bima Chakti Firmansyah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Berawal dari ketidaksengajaan, seorang nelayan di Filipina menemukan mutiara berukuran tak lazim.

Dikutip laman mirror.co.uk, pria yang tidak diketahui namanya tersebut menemukan mutiara sebarat 34 kilogram.

Mutiara tersebut ia temukan sepuluh tahun yang lalu di laut lepas pantai Pulau Palawan, Filipina.

Dia tidak tahu bahwa mutiara yang ditemukannya tersebut harganya lima kali lebih besar dari rekor sebelumnya.

Dimana 100 juta dollar atau setara Rp 1,3 Triliun.

Mutiara raksasa tersebut ia jadikan sebagai benda keberuntungan.

Namun sebuah kebakaran di rumahnya awal tahun ini memaksanya untuk pindah rumah sambil membawa mutiara tersebut.

Dia memutuskan untuk membawanya ke petugas pariwisata setempat di daerah terpencil Puerto Princesca.

Ia mencerikatan pada petugas bahwa mutiara itu telah ditemukan berasal dari kerang raksasa.

Permata itu memiliki panjangnya sekitar 70 sentimeter dan sekitar lebar 30 sentimeter.

Ukuran tersebut jauh lebih besar dari permata pemegang rekor saat ini, Pearl of Allah, yang beratnya 6,4 kilogram dan bernilai USD 35 juta.

Petugas pariwisata bernama Aileen Cynthia Amurao terkesima dan penasaran bagaimana nelayan tersebut mendapatkan batu permata sebesar itu.

"Kata nelayan itu, saat sedang terjebak badai, dia memutuskan melemparkan jangkar namun tersangkut sebuah batu," kata Aileen Cynthia Amurao.

Kemudian dia melihat benda itu tersangkut di cangkang.

Ia memutuskan berenang ke bawah untuk menarik jangkar.

Akhirnya Ia juga membawa cangkang itu sekaligus.

"Ini terjadi sekitar 10 tahun lalu dan benda tersebut dibawa pulang." ujar Amurao.

"Dia tidak tahu berapa nilainya dan disimpan di rumah sebagai benda pembawa keberuntungan saja," tambah Amurao.

Menurut Amurao, pihaknya terkejut ketika nelayan itu membawa permata ke tempatnya.

Kini mereka memerlukan bantuan ahli permata dan pihak berwenang untuk memastikan.

"Ini tak akan dibawa kemana-mana, kami akan menyimpannya di sini, di Filipina." ungkanya.

"Dan saya harap ini bisa menarik wisawatan ke kota ini," sebut Amurao.

Permata itu juga dipertontonkan ke publik.

Saat ini rekor permata terbesar adalah Pearl of Allah, juga dikenal sebagai Pearl of Lao Tze yang juga ditemukan di Palawan pada 1934.

Benda itu dipamerkan di Ripley's Believe It or Not! di New York.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved