Pagi Sampai Sore, Gunung Sinabung Terus Erupsi Luncurkan Awan Panas Sebanyak 19 Kali

tercatat mulai dini hari hingga sore telah terjadi 19 kali luncuran awan panas guguran dan 137 kali guguran.

Istimewa
Erupsi gunung Sinabung 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara terus menunjukkan peningkatan yang tinggi.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan gempa hybrid yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kubah lava.

Akibatnya, menimbulkan awan panas guguran yang besar.

Erupsi terus menerus berlangsung pada Rabu (24/8/2016).

"Pos pengamatan Gunung Sinabung PVMBG melaporkan tingginya aktivitas vulkanik dengan ditandai meningkatnya kegempaan dan besarnya volume kubah lava yang sudah mencapai 2,6 juta meter kubik," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima TribunnewsBogor.com.

Lanjutnya, tercatat mulai dini hari hingga sore telah terjadi 19 kali luncuran awan panas guguran dan 137 kali guguran.

"Dalam kurun waktu antara pukul 00.00 WIB – 06.00 WIB terjadi 10 kali awan panas guguran dengan jarak dan arah luncur tidak teramati karena tertutup kabut," tuturnya.

Lalu, teramati guguran lava pijar sejauh 500 meter ke arah selatan tenggara dan 1000 meter ke arah tenggara-timur.

Pada pukul 06.00 WIB – 12.00 WIB, terjadi enam kali awan panas guguran dengan jarak dan arah luncur tidak teramati karena tertutup kabut.

Lalu, sore harinya secara beruntun juga terjadi erupsi.

Status gunung Sinabung ditetapkan menjadi Awas (level IV).

"Masyarakat dan pengunjung/wisatawan diimbau agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, Lalu masyarakat dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara- timur, serta dalam jarak 4 km untuk sektor utara – timur G," imbau Sutopo.

Masyarakat juga diminta agar tidak memasuki zona merah pada radius yang telah ditetapkan PVMBG tersebut, sebab potensi erupsi susulan masih sangat tinggi.

Hingga saat ini terdapat 2.592 KK atau 9.318 jiwa yang mengungsi di sembilan posko penampungan.

Pengungsi berasal dari sembilan desa yang berada di sekitar zona merah yang berbahaya dari erupsi Gunung Sinabung.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved