Setiap Bangun Tidur, Pria Ini Ingin Dipanggil Ria dan Berpakaian Wanita, Ternyata Begini Kisahnya
Terkadang ia juga mendadak ingin berubah dari yang tadinya pria menjadi wanita pada tengah hari.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Penyakit kepribadian ganda memang banyak diidap oleh beberapa orang.
Mereka yang memiliki penyakit ini kadang tak sadar dengan perubahan yang ia alami.
Kadang juga merka tak tahu alasannya mereka bisa berubah secara tiba-tiba.
Seperti yang terjadi pada seroang pemuda di Inggris yang memiliki kepribadian langka, yakni bi-gender.
Dilansir dari dailymail.co.uk, seorang pria bernama Ryan Wigley (22), didiagnosa oleh psikolog memiliki kepribadian langka.
Keanehan kepribadiannya ini cukup unik.
Menurut Ryan, saat bangun tidur di pagi hari, ia terkadang ingin menjadi lelaki sesuai dengan kondisi fisiknya.
Namun, kadang juga ia ingin menjadi perempuan bernama Ria.
Ryan sendiri mengaku sering kebingungan dengan pikiran dan perasaannya sendiri.
Terkadang ia juga mendadak ingin berubah dari yang tadinya pria menjadi wanita pada tengah hari.
"Saya merasa seperti saya lebih suka menjadi perempuan, tapi aku jauh merasa lebih santai ketika aku merasa seperti seorang pria," ungkapnya.
Pada siang hari, Ryan merasa ada dorongan untuk berubah kepribadiannya.
"Jika saya melihat gaun cantik di jendela, bahkan jika saya dalam suasana hati laki-laki, aku bisa merasakan diriku berubah, "katanya.
Hal itu membuatnya terpuruk dan merasa minder.
Keanehan kepribadiaannya ini diketahui saat ia berusia 13 tahun.
Saat itu ia sangat berhasrat ingin mengenakan pakaian wanita.
Ia kadang memakai pakaian ibunya yang dijemur, lalu diambilnya untuk dikenakan.
Tak cuma itu, Ryan juga pernah memakai bra ibunya.
Dia juga pernah menyelinap masuk ke kamar kakak perempuannya, dan mencoba beberapa pakaian wanita yang ada di dalam lemari kakak perempuannya.
Aku tidak tahu mengapa hal itu terjadi pada waktu itu. Yang aku tahu pakaian wanita terasa berbeda namun nyaman, meskipun aku tampak agak konyol," tutur Ryan.
Meski kadang merasa perempuan, ia mengaku masih memiliki ketertarikan terhadap wanita.
Ia pernah beberapa kali memiliki kekasih, namun hubungannya tak berjalan dengan biak.
Hingga datang seorang remaja bernama Krystal Griggs (18) yang mau menerima kondisi Ryan apa adanya.
Setelah mengetahui kondisi pria idamannya itu, Krystal mengaku tetap mencintai apa adanya.
"Mantan kekasih Ryan sempat sedikit merendahkannya, dan itu membuatnya malu. Tetapi aku dengan jujur mengatakan kepadanya bahwa aku tidak peduli. Yang terpenting adalah yang ada di dalam (hatinya)," tutur Krsytal.
"Saat Februari lalu saya pergi dengan mereka ke pub berpakaian sebagai Ria untuk pertama kalinya. Saya sangat siap untuk dikomentari dan dicibirorang, tapi aku hanya melihat orang kereharan tapi saya bisa mengatasinya," tuturnya.
Ia bersyukur teman-temannya mendukungnya dan tak memperlakukannya secara berbeda.
Tiga bulan kemudian, pada bulan Juli, Ryan menemukan keberanian untuk berbicara dengan orang tuanya.
Dan alhasil semua keluarga menerima kondisinya.
