Tak Pernah Makan Daging, Pemulung Ini Bingung Saat Ditraktir Steak, Videonya Jadi Viral
Ia hanya mendapat upah dalam sekali panen, yang berarti ia hanya dapat uang sekitar Rp 500 ribu setiap 7 bulan.
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tania Natalin
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Di tengah modernitas dan banyaknya makanan berbahan dasar daging ada satu fakta mencengangkan yang terjadi.
Fakta ini semakin dikuatkan dengan adanya rekaman video yang diunggah oleh Facebook Kitabisa.com pada 26 Agustus lalu.
Dalam akun organisasi penggalang dana ini, siapapun bisa menonton video yang sudah dibagikan sebanyak lebih dari 6.000 kali.
Menurut Kitabisa.com, daging masih menjadi makanan mewah bagi sebagian orang.
Salah satu contohnya terjadi dengan pria yang menjadi tokoh utama dalam video ini.
Pak Selamet, begitu namanya, adalah seorang pemulung yang berumur 42 tahun.
Bapak yang memakai baju merah ini adalah seorang perantau, baru 2 bulan di Jakarta dan dulunya hidup di Wonosobo.
Dirinya mencukupi kebutuhan sehari-hari sebagai pemulung di daerah Jakarta Barat.
Alasannya pindah ke Jakarta juga seakan menyayat hati.
Di Wonosobo ia bekerja sebagai buruh tani dengan upah yang sangat kecil.
Ia hanya mendapat upah dalam sekali panen, yang berarti ia hanya dapat uang sekitar Rp 500 ribu setiap 7 bulan.
Dengan kebutuhan keluarganya, mustahil rasanya ia bisa hidup layak.
Dalam video yang diunggah Kitabisa.com ingin mengajak Pak Selamet makan steak.
Terlihat lelaki yang sudah berkeluarga ini bingung ketika memakai pisau dan garpu sebagai alat makan.
Lihat videonya :
Video Facebook Kitabisa.com
Ia juga bingung ketika ditanya tingkat kematangan steak yang biasanya terdiri dari well done, medium well, atau rare.
Bapak ini juga hanya bicara sepotong-sepotong ketika ditanya ini itu karena kelihatan sangat menikmati suapan demi suapan steak.
"...jarang makan daging, gak pernah. Paling tuh daging ayam makannya."
"Seumur hidup baru ini makan daging sapi. Saya paling makannya ikan asin, cabe.."
"Ini rejeki, saya bisa makan daging sapi hehehe..."
"Enak ya mas ternyata rasa daging sapi," kata Pak Selamet.
Di usianya yang tak muda lagi ini, ternyata baru sekali ini ia mencicipi lezatnya steak.
Dan selama itu juga dirinya mengaku tak pernah mencicipi gurihnya daging sapi yang diolah dalam bentuk apapun.
Bahkan ketika Idul Adha sekalipun.
Fakta ini mungkin membuktikan bahwa sekitar 80 persen orang yang berqurban di masjid dekat rumah, akhirnya daging menumpuk di sekitar Jabodetabek dan kota-kota besar saja.
Video ini adalah salah satu social experiment atau eksperimen sosial yang dilakukan Kitabisa.com untuk melakukan gerakan sosial.
Kitabisa.com ingin membantu orang-orang seperti Pak Selamet untuk juga bisa menikmati daging sapi dan pemerataan daging qurban ke seluruh kota terpencil di Indonesia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/video-pemulung_20160906_145346.jpg)