Breaking News:

Wali Kota Bogor Bima Arya: Tidak Diperkenankan Ada Kegiatan Politik di Car Free Day

"Di CFD juga tidak diperkenankan adanya kegiatan politik atau semacamnya," tambahnya.

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Warga memenuhi lokasi Car Free Day di Jalan Sudirman, Minggu (1/5/2016). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, perlu konsep atau aturan yang kuat terkait keberadaan pedagang di kawasan Car Free Day (CFD), di Jalan Jenderal Sudirman.

"Mulai hari Minggu (12/9/2016), semua pedagang harus didata untuk mencegah terjadinya penambahan pedagang," kata Bima Arya saat rapat koordinasi terkait CFD di Balaikota Bogor, Selasa (6/9/2016).

Tak hanya itu, kata dia, pedagang yang berjualan juga tidak boleh memakai badan jalan, tidak ada mobil yang masuk kedalam kawasan CFD dan tidak ada penambahan jam CFD yang memang sudah ditentukan dari pukul 06.00 - 09.00 WIB.

"Di CFD juga tidak diperkenankan adanya kegiatan politik atau semacamnya," tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, pihaknya akan menurunkan anggotanya untuk melakukan penataan pedagang apakah itu pedagang sama atau hanya pedagang insidentil.

Setelah pendataan pedagang akan diberikan tanda pengenal atau nametag sebagai tanda ijin untuk berjualan di kawasan CFD.

"Nametag berlaku selama tiga bulan dan akan dievaluasi," kata mantan Kepala Satpol PP tersebut.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved