Beras Analog, Solusi Pangan Pokok Tinggi Serat Bagi Penderita Diabetes dan Obesitas

beras analog ini juga cocok untuk orang-orang dengan usia produktif yang membutuhkan banyak energi,

Beras Analog, Solusi Pangan Pokok Tinggi Serat Bagi Penderita Diabetes dan Obesitas
TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
Beras Analog 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Guru besar Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr. Slamet Budijanto mengatakan, beras analog hasil inovasi IPB ini bisa dijadikan salah satu pangan alternatif bagi penderita diabetes dan obesitas

"Ini bukan satu-satunya pilihan, tapi bisa jadi salah satunya, untuk membiasakan masyarakat Indonesia untuk tidak selalu mengonsumsi nasi dari beras padi," ujarnya dalam Seminar dan Talkshow kesehatan di Lantai 2 Mal Botani Square, Senin (19/9/2016).

Slamet menjelaskan, beras analog jagung hasil inovasi dirinya bersama tim itu telah melewati serangkaian tes dan uji kesehatan yang memiliki daya cerna lebih rendah dibandingkan nasi.

"Makanya selain untuk penderita diabetes dan obesitas, beras analog ini juga cocok untuk orang-orang dengan usia produktif yang membutuhkan banyak energi, karena kenyangnya awet dan daya cernanya tidak terlalu cepat," jelasnya.


TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti

Ia mencontohkan, ketika seseorang mengonsumsi nasi biasa, dalam jarak waktu 30-60 menit makan gula darah akan langsung naik.

"Sementara beras analog ini naiknya pelan-pelan, artinya tidak ada lonjakan gula darah yg drastis bagi penderita diabetes, kalau nasi kita makan 100 gram, beras analog ini hanya 80 gram, tapi kandungan energinya sama," bebernya.

Karena memiliki serta yang tinggi, maka beras analog ini cocok untuk orang dewasa dan usia di atas 40 tahun.

"Hanya saja beras analog ini sangat tidak disarankan untuk bayi di bawah usia lima tahun, karena balita biasanya memerlukan energi yang cepat," tambahnya.


TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti

Tak selalu dibuat nasi, beras analog ini juga bisa dibuat beberapa menu makanan enak lainnya seperti buras sushi (bushi), bubur, hingga brownies.

Ia juga menjelaskan, melalui seminar dan talkshow ini, pihaknya ingin lebih memperkenalkan produk beras analog dan fungsinya sebagai alternatif pangan pokok tinggi serat.

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved