Polda Jabar Bilang Sedang Susuri Pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Bogor
Dari hasil koordinasi dengan Polda Jawa Timur, sebanyak 48 warga Jawa Barat masih berdiam di sana. Datanya sudah ada.
Penulis: Bima Chakti Firmansyah | Editor: Bima Chakti Firmansyah
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyebut sebanyak 48 warga di wilayah Jawa Barat menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
Dikatakan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri dari jumlah itu, bukan tidak mungkin ada pengikut Dimas Kanjeng di wilayah Bogor.
"Bukan tidak ada tapi kita masih berkoordinasi dan menyusuri kemungkinan tersebut," kata Kombes Pol Yusri di Makopolresta Bogor Kota, Jumat (7/10/2016).
Selain itu, 48 warga tersebut masih berada di padepokan Kanjeng Dimas di Jawa Timur.
“Dari hasil koordinasi dengan Polda Jawa Timur, sebanyak 48 warga Jawa Barat masih berdiam di sana. Datanya sudah ada,” ungkapnya.
Dari puluhan pengikut Dimas Kanjeng tersebut, kata Yusri, yang terbanyak berasal dari Cianjur.
Ada sekitar 30 warga Cianjur yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng.
"Kemungkinan ada di wilayah lain, masih dikembangkan," ujarnya.
Sejauh ini, ujarnya, belum ada satupun warga yang melapor ke pihak kepolisian.
Pihaknya sudah memeriksa permasalahan Dimas Kanjeng di Jatim (Jawa Timur) ini dengan mengirimkan unit intel.
“Mereka ini dalam bentuk kelompok, ada pimpinannya dan pimpinan kelompoknya belum melapor,” tutur Yusri.
Ia mengatakan, puluhan warga Cianjur yang menjadi korban Dimas Kanjeng merupakan warga Nagrak, Cianjur.
Sebelumnya, ada informasi Dimas Kanjeng disebut-sebut pernah mendirikan padepokan di kawasan itu.
“Dulu ada padepokan Dimas Kanjeng di sana, tapi sekarang sudah tutup,” kata Yusri.
Pun demikian, lanjutnya, pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cianjur kini telah membuat Posko pengaduan.
Posko tersebut menjadi fasilitator dengan Polres jika memang ada pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang merasa dirugikan.
Pihaknya juga masih terus berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur.
Hal itu untuk mengetahui apakah ada warga Jabar lainnya yang menjadi pengikut dan menjadi korban Dimas Kanjeng.
“Untuk penjemputan, kita masih akan berkoodinasi,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/dimas-kanjeng_20160930_192028.jpg)