Pengantin Wanita Ini Dipaksa Buka Baju oleh Pria Lain, Suaminya Diam Saja, Ini yang Terjadi
Sementara pengantin wanita tersebut terlihat berusaha untuk menutup badannya dan mengelak dari para pria tersebut.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Meskipun kebanyakan orang China agak konsevatif dalam menghadapi malam pertama mereka sebagai pengantin baru.
Namun ternyata ada juga yang agak terbuka dalam permainan game pada hari pernikahannya.
Hal itu terlihat dari rekaman video yang diposting oleh salah satu netizen ke media sosial.
Video itu diposting oleh pemilik akun media sosial Jun lun fa wang 1209 yang memperlihatkan sepasang pengantin baru.
Keduanya tampak berada di atas kasur dengan kondisi setengah telanjang.
Tampak pengantin laki-laki hanya memakai celana dalam.
Begitu pula pengantin wanita yang hanya mengenakan celana dalam dan bra berwarna merah.
Saat itu keduanya tampak berada di atas kasur dan hanya menutup badan dengan menggunakan selimut merah.
Namun beberapa lelaki terlihat mencoba menanggalkan bra dan celana dalam wanita tersebut.
Sementara pengantin wanita tersebut terlihat berusaha untuk menutup badannya dan mengelak dari para pria tersebut.
Selain itu, suaminya juga terlihat berusaha menutup badan isterinya dengan selimut dan bantal.
Klip video itu berakhir ketika pengantin wanita membelakangkan para tamunya dan membetulkan tali branya.
Dikutip dari laman Mynewshub.cc, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 500,000 kali.
Orang ramai yang melihat klip berkenaan meneka bahawa pengantin tersebut adalah dari wilayah Henan, berdasarkan kepada perbualan mereka.
Ia juga mengundang kemarahan ramai dengan ramai yang mempertikaikan kenapa pengantin lelaki tidak marah ketika para tamu mencoba menelanjangi isterinya.
Biasanya acara permainan itu diatur oleh rakan rapat pengantin.
Mohon maaf, karena berbagai pertimbangan, kami tidak bisa menampilkan videonya.
Pengantin Wanita Ini Diceraikan Suaminya Sesaat Setelah Akad Nikah, Alasannya Sangat Tak Disangka
Siapapun pasti tak ingin pernikahannya berakhir dengan perceraian.
Setiao pasangan suami istri pasti menginginkan usia pernikahan yang langgeng hingga maut memisahkan.
Namun berbeda dengan pasangan yang satu ini.
Sang suami memutuskan untuk menceraikan istrinya hanya dalam waktu setengah jam setelah akad nikah.
Dikutip dari laman Postshareid, kisah itu diceritakan oleh seorang fotografer penikahan asal Malaysia di akun Facebook Boii Amani Hashim.
Ia mengisahkan, dalam pernikahan itu sang pengantin pria telah sepakat memberi mas kawin senilai RM 22.222,22 atau sekitar Rp 75 juta.
Mas kawin itu sudah disetujui berdasarkan kesepakatan bersama.
Akad nikah pun dilakukan, dan dalam sekali lafal pernikahan itu menjadi sah.
Sesaat setelahnya, bingkisan mas kawin sudah berpindah tangan, dari keluarga pengantin pria ke keluarga pengantin perempuan.
Namun beberapa saat kemudian terdengar keributan dari keluarga pengantin perempuan.
"Duit hantaran kurang RM 1.000," kata keluarga perempuan mempermasalahkan mas kawin dari pengantin lelaki.
Mendengar keributan itu, pengantin perempuan pun bangkit dari duduknya.
Dengan nada suara tinggi, dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya, mengapa kurang seribu.
Dan pekikan itu disahut keluarganya yang turut mempertanyakan kekurangan mas kawin.
"Sudah tahu tak punya cukup uang, tetapi kenapa sangat gatal ingin menikah," tanya keluarga pengantin perempuan.
Mendengar cercaan itu, sang pengantin lelaki bereaksi.
Meski matanya berkaca-kaca, ia tetap berusaha tersenyum lalu mengambil mikrofon dan mulai menyatakan argumennya.
"Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini," ujarnya mengawali pembicaraan.
"Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu," kata pengantin lelaki itu sambil mengambil gepokan uang dari tas.
"Tak apa-apa lah, semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum," kata pria itu sambil meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.
Kisah ini diunggah, karena di negeri jiran itu tengah hangat masalah perkawinan yang batal karena kurangnya mas kawin dari pengantin laki-laki.
Pernikahan yang dilangsungkan di masjid itu berubah menjadi kericuhan.
Konon pengantin lelaki itu memang sengaja mengurangi uang hantaran sebesar RM 1.000.
Ia ingin melihat tipe seperti apa keluarga dan wanita yang dinikahi itu.
Ya benar saja, setelah menerima seserahan, keluarga mempelai wanita ribut, dan menghujat pengantin lelaki serta menagih kekurangan uang hantaran.
Ya, pidato lelaki itu mengakhiri tali pernikahan itu, yang masih berumur setengah jam, di saat para undangan belum beranjak.
Mereka menyaksikan akad sekaligus perceraian di waktu yang bersamaan.
Belum diketahui kebenaran berita tersebut, namun rasanya kita bisa mengambil pelajaran berharga dalam kisah ini.
Bahwa pernikahan bukan semata karena mahar yang dibawa mempelai suami.
Melainkan ketulusan cinta keduanya dan niat menikah karena ibadah.
Semoga tidak ada lagi yang mengalami hal demikian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/pengantin_20161101_160537.jpg)