Hari Pahlawan

Hari Pahlawan, Buruh Wanita Ini Panas-panasan di Balaikota Bogor dan Minta Naik Gaji

"Ternyata kita harus turun ke jalan, harus panas-panasan untuk naik gaji, apa kita bisa naik gaji tanpa turun ke jalan," ujarnya, Kamis (10/11/2016).

Hari Pahlawan, Buruh Wanita Ini Panas-panasan di Balaikota Bogor dan Minta Naik Gaji
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Puluhan buruh gelar aksi unjuk rasa di Balaikota Bogor, Kamis (10/11/2016). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional, puluhan buruh melakukan aksi di depan Balaikota Bogor.

Sebelum memulai orasi, puluhan buruh tersebut mengheningkan cipta untuk memperingati hari pahlawan.

Masa aksi tersebut berasal dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Bogor.

Koordinator Aksi Budi Mahardika menjelaskan tujuannya turun ke jalan pada hari ini.

"Ternyata kita harus turun ke jalan, harus panas-panasan untuk naik gaji, apa kita bisa naik gaji tanpa turun ke jalan," ujarnya, Kamis (10/11/2016).

Selain itu dalam tuntutannya, para buruh juga menolak PP 78 tahun 2015.

Menurut Budi PP 78 hanya menyebutkan kenaikan gaji buruh hanya 8,25 persen.

Demo Buruh
Puluhan buruh gelar aksi unjuk rasa di Balaikota Bogor, Kamis (10/11/2016).

"Kita tau PP 78 itu menaikan upah sesuai pertumbuhan ekonomi, jadi kurang dari 10 persen gaji buruh naiknya," ujarnya.

Budi menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bogor harus menekan upah buruh di atas UMK dan di atas PP 78.

Dalam aksi tersebut, para demonstran juga membawa spanduk yang bertuliskan tutuntan untuk naik upah sebanyak Rp 650 ribu.

Selain itu dalam spanduk tersebut pun dituliskan bahwa buruh menolak PP 78 tahun 2015.

Saat ini para buruh sedang menunggu untuk melakukan mediasi dengan Wali kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved