Kata Maruarar Sirait Soal Hubungan Prabowo dengan Jokowi yang Pernah Jadi Rival Saat Pilpres

Ara pun mengatakan bahwa Jokowo dan Prabowo merupakan sosok pahlawan yang masih ada sampai saat ini.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Politisi PDI-P, Maruarar Sirait 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Maruarar Sirait menjelaskan bahwa hubungan Presiden RI, Jokowi dengan Prabowo Subianto merupakan contoh demokrasi yang sehat.

Ucapan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Ara itu usai mengikuti kegiatan Kirab Budaya daan Jalan Sehat Taruna Merah Putih di Gor Pajajaran, Kota Bogor, Minggu (13/11/2016).

Politisi senior PDIP itu mencontohkan sebuah demokrasi dengan dua sosok yang pernah menjadi rival dalam pemilihan presiden (Pilpres) lalu.

"Demokrasi itu seperti pak Jokowi dan pak Prabowo, berkompetisi saat pemilihan presiden, tapi setelah ditentukan Pak Jokowi yg menang, kemudian dengan rendah hati pak Jokowi mendatangi pak Prabowo," ujarnya.

Ara pun menjelaskan, bukan hanya Jokowi yang mendatangi Prabowo, namun Prabowo yang dianggap memiliki sosok seorang negarawan.

Buktinya, Prabowo turut hadir turut hadir dalam pelantikan Jokowi.

"Dan kemudian pak Prabowo datang ke pelantikan, itulah sosok negarawan, karena Pak Prabowo seorang negarawan," tururnya.

Ara menambahkan pertemuan dua orang penting di Indonesia itu pun tidak berhenti disitu.

Menurut sepengetahuannya Pak Prabowo pernah datang ke Istana Bogor, dan Jokowi datang ke Hambalang.

"Ya seperti itulah, bayangkan kalau Indonesia tidak ada Jokowi dan Prabowo, tidak ada contoh suportifitas tidak mengerti kenegarawanan, yang mengerti hanya persaingan dan kompetisi," ucapnya.

Masih dalam peringatan Hari Pahlawan, Ara pun mengatakan bahwa Jokowo dan Prabowo merupakan sosok pahlawan yang masih ada sampai saat ini.

"Nah bertepatan dengan hari pahlawan, inilah sosok pahlawan suportifitas yang masih ada, masih nyata, itu menurut saya, karena repot kalau misalkan anak muda hanya mengerti persaingan tidak mengerti suportifitas," pungkasnya.

Ikuti Berita Terkini Bogor !

Like Fanpage: TRIBUNnewsBogor.com

Follow Twitter: @TRIBUNnewsBogor

Instagram: @tribunbogor

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved