Breaking News:

Perda Kawasan Tanpa Rokok Sudah Disahkan, Pemkab Bogor Berpotensi Kehilangan PAD Rp 20 Miliar

pelarangan reklame rokok ini hanya berlaku di ruas jalan protokol yang sering dilintasi banyak orang.

Penulis: Damanhuri | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Iklan bersponsor perusahaan Rokok di reklame selamat datang di Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang saat ini sudah di ketuk palu oleh DPRD Kabupaten Bogor rupanya memberikan dampak yang cukup besar bagi pemerintah daerah.

Pasalnya, Pemkab Bogor berpotensi kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor sekitar Rp 20 Miliar dari pajak rokok.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Yuyud Wahyudi mengatakan, pendapatan daerah dipastikan akan menurun drastis setelah Perda KTR ini diterapkan di Kabupaten Bogor.

Sebab, kata Yuyud, dalam Perda tersebut mengatur tentang larangan izin reklame rokok terpampang di ruas jalan di Kabupaten Bogor.

"PAD akan hilang sekitar Rp 20 Miliar setiap tahun, itu baru dari reklame saja belum yang lain," terangnya kepada TribunnewsBogor.com.

Kendati demikian, kata dia, pelarangan reklame rokok ini hanya berlaku di ruas jalan protokol yang sering dilintasi banyak orang.

"Kalau di pedalaman mah masih boleh, seperti jalan perkampungan," katanya.

Menurutnya, Perda tersebut dibuat untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan dari rokok bagi kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, Kabid Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Kebersihan Lingkungan (P2PKl) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, dr. Kusnadi mengatakan, pihaknya akan
membentuk satgas anti rokok untuk mengawasi para pegawai dan Kepala Dinas yang masih sering merokok diruangan.

Yuyud Wahyudi
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Yuyud Wahyudi

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved