Setya Novanto Layangkan Surat Teguran Untuk Aburizal Bakrie Terkait Kasus Ahok

Novanto mempermasalahkan pernyataan pers Aburizal dan jajaran Dewan Pembina Partai Golkar lainnya pada 8 November 2016 lalu.

Setya Novanto Layangkan Surat Teguran Untuk Aburizal Bakrie Terkait Kasus Ahok
KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO
Bendahara Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto bersama Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham (kanan), Senin (19/5/2014), di Jakarta. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Setya Novanto menegur Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Teguran itu dilayangkan melalui surat DPP Golkar dengan nomor B-34/Golkar/XI/2016 tertanggal 9 November 2016.

Surat ditandatangani Novanto bersama Sekretaris Jenderal DPP Golkar Idrus Marham dan ditujukan kepada Aburizal sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar.

Dalam surat tersebut, Novanto mempermasalahkan pernyataan pers Aburizal dan jajaran Dewan Pembina Partai Golkar lainnya pada 8 November 2016 lalu.

Saat itu, Aburizal membuat pernyataan sikap mengenai aksi unjuk rasa pada 4 November yang menuntut proses hukum kasus dugaan penistaan agama oleh terlapor calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ahok bersama pasangannya Djarot Saiful Hidayat salah satunya diusung oleh Partai Golkar dalam Pilkada DKI 2017.

"Pernyataan pers yang disampaikan melalui Siaran Langsung TV One dan disiarkan ulang oleh berbagai media elektronik tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan oleh Dewan Pembina DPP Partai Golkar," demikian bunyi petikan surat tersebut.

Di samping bertentangan dengan Anggaran Dasar Pasal 25 dan Anggaran Rumah Tangga pasal 21, sikap Aburizal itu juga dianggap bisa mengganggu keharmonisan antara DPP Partai Golkar dan Dewan Pembina DPP Partai Golkar yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

Ketua Koordinator Bidang Polhukam DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai membenarkan surat tersebut.

Yorrys mengatakan, sebenarnya DPP memandang tidak ada yang salah dengan pernyataan Aburizal.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved