Foto Staf BPPTKG Shalat Zuhur di Dekat Puncak Merapi Ini Jadi Viral, Tuai Pujian dari Netizen

Sementara, seorang wanita yang ada di belakang tampak mengenakan celana panjang, kaus panjang dan jilbab juga kaus kaki.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Facebook/Noer Cholik
Tiga orang sedang shalat Zuhur di Pasarbubar, Merapi. Foto diambil 4 Desember 2013. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Baru-baru ini, netizen kembali dihebohkan dengan foto yang dikirimkan oleh netizen di media sosial Facebook.

Foto itu diposting oleh pemilik akun Facebook Noer Cholik, Senin (5/12/2016).

Foto itu memperlihatkan ketaatan beberapa orang Muslim dalam menjalankan ibadah shalat.

Tampak tiga orang yang terdiri dari dua pria dan satu wanita sedang 'rukuk' di dengan latar belakang pemandangan Gunung Merapi.

Di tempat mereka berdiri, tampak diberi beberapa alas yang bersungsi sebagai sajadah.

Posisi ketiganya sangat dekat sekali dengan gunung yang meletus beberapa tahun lalu.

Tampak dua pria yang ada di shaf depan mengenakan celana panjang dan baju lengan panjang.

Sementara, seorang wanita yang ada di belakang tampak mengenakan celana panjang, kaus panjang dan jilbab juga kaus kaki.

"Dimana bumi dipijak, disitu langsit dijunjung," tulis Nur Cholik pada keterangan fotonya.

Rupanya, foto itu adalah foto yang pernah ia posting pada tanggal 4 Desember 2013.

Lalu ia kembali mempostingnya setelah tiga tahun kemudian.

Dikutip dari Tribunjogja.com, Noer ternyata seorang Staf Seksi Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY.

Foto itu diambil ketika ia dan rekannya menjalankan salat Zuhur tiga tahun lalu.

Menurutnya, shalat dengan kondisi seperti itu sudah biasa ketika harus menjalankan tugas rutin di atas Merapi.

Kala itu, ia dan rekannya baru saja melakukan perbaikan stasiun seismik Pasar Bubar dan perawatan stasiun Pusung London yang sudah menjadi pekerjaan rutin.

Oleh karena kondisi darurat, maka mereka bersuci hanya dengan tayamum.

Rekan Noer juga tak mengenakan mukena karena keadaan yang tak memungkinkan.

Shalat di Pasar Bubar tergolong cukup mudah menurutnya, karena dapat melakukan gerakan berdiri, ruku' dan sujud.
Lain halnya kalau Noer terpaksa melaksanakan shalat di puncak Merapi.

Ia harus duduk agar tidak terperosok.

"Setiap ke lapangan ya seperti itu. Tapi kalau shalat di puncak malah sambil duduk, kalau berdiri khawatir kejlungup (terjatuh)," ungkapnya pada Tribun Jogja.

Foto itu juga diposting oleh akun Instagram @jogja.

Hingga berita ini dibuat, foto tersebut telah disukai sebanyak 5.410 kali dan dikomentari beberapa netizen.

Gunung Merapi

Ini kata netizen:

desykamurthy: MashaAllah

helmi_rakhman: Subhanalloh

Syamsul Rizal Wittiri: Kewajiban itu wajib dilaksanakan.

--------------------------

Ikuti Berita Terkini Bogor !

Like Fanpage @TribunnewsBogor.com

Follow Twitter@TRIBUNnewsBogor

Instagram@tribunbogor

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved