Breaking News:

Yusril Minta Intelijen Usut Warga China Ilegal Tanam Cabai Beracun di Bogor

sudah saatnya polisi turun tangan menyelidiki masalah ini sebab ini bukan lagi kewenangan imigrasi dan karantina tumbuhan.

KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA
Sebanyak 5.000 batang tanaman cabai ilegal dimusnahkan di Instalasi Karantina Hewan, Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta, Kamis (8/12/2016). Tanaman cabai ilegal dari China ini mengandung bakteri yang dapat merusak tanaman di sekitarnya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, menilai kasus penanaman cabai yang mengandung bakteri berbahaya oleh warga negara Cina di Bogor bisa dikategorikan subversif.

"Ini sudah subversif," kata Yusril di Twitter-nya seperti dikutip Tribunnews.com, Jumat (12/9/2016).

Menurut Yusril sudah saatnya polisi turun tangan menyelidiki masalah ini sebab ini bukan lagi kewenangan imigrasi dan karantina tumbuhan.

"Warga negara RRT diam-diam menanam cabai dan bibit tanaman lain di suatu tempat dan setelah diteliti mengandung bakteri membahayakan. Membahayakan tanaman sejenis, jelas bukan kegiatan petani biasa. Polisi patut menduga ini adalah kegiatan sengaja yang terencana dengan rapi," tulis Yusril di twitter.

Dalam bahasa politik, Yusril mengatakan kegiatan itu bisa dikategorikan sebuah infiltrasi atau subversi untuk meruntuhkan ekonomi suatu negara.

"Bayangkan kalau cabe, bawang dan aneka sayuran kita musnah karena bakteri yg blm ada penangkalnya, negara pasti impor bahan2 tsb," tulis Yusril.

Berikut isi twitter Yusril selanjutnya :

Darimana impornya? Tentu dari negara yg melakukan infiltrasi dan subversi untuk melemahkan ekonomi negara kita

Petani kita jadi miskin dan tak berdaya, sementara makin banyak saja bahan2 kebutuhan yg harus diimpor

Saya minta polisi menyelidiki masalah ini. BIN juga harus mencari tahu apa maksud dibalik WN China yg menanam cabe berbahaya itu

Halaman
123
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved