Mengenal Sosok 12 Pahlawan Pada Uang Rupiah Baru, Ada yang Gugur di Medan Perang

ada 12 wajah pahlawan yang ada di uang baru ini,dan semuanya jasa yang luar bias untuk negara

Tayang:
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Kompas.com/ Sakina Rakhma Diah Setiawan
Uang NKRI desain baru yang diterbitkan pada 19 Desember 2016. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Warga kini mulai berburu uang tertas rupiah baru terbitan Bank Indonesia (BI).

Beredarnya uang baru ini menuai kontroversi di kalangan masyarakat.

Ada yang menganggap uang baru ini mirip dengan mata uang asing.

Ada juga yang mempertanyakan soal dipilihnya 12 wajah pahlawan yang ada di uang baru ini.

Namun, sudahkah anda menelisik lebih jauh tentang 12 sosok tokoh pahlawan yang ada di mata uang tersebut.

Berikut profil pahlawan yang ada di uang baru, dikutip dari Wikipedia.

Rp 100 logam (Prof. Dr. Ir. Herman Johannes)

Herman Johannes

Herman Johannes, atausering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes merupakan cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia serta guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pria kelahiran Rote, NTT, 28 Mei 1912 tercatat pernah berkarier di bidang militer, meskipun lebih dikenal sebagai pendidik dna ilmuwan.

Dirinya pernah diminta membangun sebuah laboratorium persenjataan bagi TNI, karena pemerintah Indonesia saat itu sedang mengalami krisis persenjataan.

Di bawah pimpinan Herman Johannes, Laboratorium Persenjataan yang terletak di bangunan Sekolah Menengah Tinggi (SMT) Kotabaru ini selama perang kemerdekaan berhasil memproduksi bemacam bahan peledak, seperti bom asap dan
granat tangan.

Keahlian Herman Johannes sebagai fisikawan dan kimiawan ternyata berguna untuk memblokade gerak pasukan Belanda selama clash I dan II.

Pengalamannya bergerilya membuat Herman Johannes juga ikut serta dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 yang menyerbu kota Yogyakarta di pagi buta dan bisa menduduki ibukota Republik selama enam jam.

Rp 200 logam (Dr. Tjipto Mangunkusumo)

Tjipto Mangunkusumo

Dr tjipto mangunkusumo merupakan seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara ia dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang banyak menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan penjajahan Hindia Belanda.

Ia adalah tokoh dalam Indische Partij, suatu organisasi politik yang pertama kali mencetuskan ide pemerintahan sendiri di tangan penduduk setempat, bukan oleh Belanda.

Pada tahun 1913 ia dan kedua rekannya diasingkan oleh pemerintah kolonial ke Belanda akibat tulisan dan aktivitas politiknya, dan baru kembali 1917.

Ia wafat pada tahun 1943 dan dimakamkan di TMP Ambarawa.

Rp 500 logam (T.B. Simatupang)

TB Simatupang

Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang atau yang lebih dikenal dengan nama T.B. Simatupang lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, 28 Januari 1920.

Ia adalah seorang tokoh militer dan Gereja di Indonesia.

Pria berdarah batak ini pernah ditunjuk Presiden Soekarno sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP) setelah Panglima Besar Jenderal Soedirman wafat pada tahun 1950.

Ia menjadi KASAP hingga tahun 1953.

Jabatan KASAP secara hirarki organisasi pada waktu itu berada di atas Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara dan berada di bawah tanggung jawab Menteri Pertahanan.

Rp 1.000 logam (I Gusti Ketut Pudja)

I Gusti ketut Pudja

Tokoh pahlawan nasional ini pernah ikut serta dalam perumusan negara Indonesia melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mewakili Sunda Kecil (saat ini Bali dan Nusa Tenggara).

I Gusti Ketut Pudja juga hadir dalam perumusan naskah teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

Ia kemudian diangkat Soekarno sebagai Gubernur Sunda Kecil.

Pada tahun 2011, I Gusti Ketut Pudja ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pahlawan nasional bersama 6 orang lainnya.

Rp 1.000 kertas (Cut Meutia)

Cut Meutia

Tjoet Meutia melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong.

Namun pada bulan Maret 1905, Tjik Tunong berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe.

Pada suatu pertempuran dengan Korps Marechausée di Paya Cicem, Tjoet Meutia dan para wanita melarikan diri ke dalam hutan.

Tjoet Meutia kemudian bangkit,i a menyerang dan merampas pos-pos kolonial sambil bergerak menuju Gayo melewati hutan belantara.

Namun pada tanggal 24 Oktober 1910, Tjoet Meutia bersama pasukkannya bentrok dengan Marechausée di Alue Kuriengm dan dalam pertempuran itu Tjoet Njak Meutia gugur.

Rp 2.000 kertas (Mohammad Hoesni Thamrin)

Hoesni Thamrin

Kelincahannya sebagia pemimpin sudha mulai terlihat sejak dirinya masih remaja.

Pria kelahiran Jakarta pada 16 Februari 1894 ini muncul sebagai tokoh pergerakan nasional.

Untuk mencapai tingkat itu, ia memulai dari bawah, dari tingkat lokal.

Ia dikenal sebagai salah satu tokoh Betawi (dari organisasi Kaoem Betawi) yang pertama kali menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat), mewakili kelompok Inlanders (pribumi)

Thamrin juga salah satu tokoh penting dalam dunia sepak bola Hindia Belanda karena pernah menyumbang 2.000 Gulden di 1932 untuk mendirikan lapangan sepak bola khusus untuk rakyat Hindia Belanda pribumi yang pertama kali di
daerah Petojo, Batavia.

Rp 5.000 (Dr. KH. Idham Chalid)

Idham Chalid

Dr. KH. Idham Chalid adalah salah satu politisi Indonesia yang berpengaruh pada masanya.

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR.

Selain sebagai politikus ia aktif dalam kegiatan keagamaan dan ia pernah menjabat Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama pada tahun 1956-1984.

Sejak kecil Idham dikenal sangat cerdas dan pemberani.

Saat masuk Sekolah Rakyat, ia langsung duduk di kelas dua dan bakat pidatonya mulai terlihat dan terasah.

Rp 10.000 (Frans Kaisiepo)

Frans kaisiepo

Lahir di Papua, 10 Oktober 1921, Frans Kaisiepo terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946 yang membicarakan mengenai pembentukan Republik Indonesia Serikat.

Ia mengusulkan nama Irian, kata dalam bahasa Biak yang berarti beruap.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Papua antara tahun 1964-1973.

Rp 20.000 (Dr. G. S. S. J. Ratulangi)

sam ratulangi

Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi lahir di Tondano, Sulawesi Utara, 5 November 1890.

Ia adalah seorang aktivis kemerdekaan Indonesia dari Sulawesi Utara, Indonesia.

Ia dikenal dengan filsafatnya: "Si tou timou tumou tou" yang artinya: manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia.

Sam Ratulangi juga merupakan Gubernur Sulawesi yang pertama.

Rp 50.000 (Ir. H Djuanda Kartawidjaja)

ir h djuanda

Pria yang lahir di tanah Pasundan ini tepatnya di Tasikmalaya, Jawa Barat, 14 Januari 1911 adalah Perdana Menteri Indonesia ke-10 sekaligus yang terakhir.

Ia menjabat dari 9 April 1957 hingga 9 Juli 1959. Setelah itu ia menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja I.

Sumbangannya yang terbesar dalam masa jabatannya adalah Deklarasi Djuanda tahun 1957 yang menyatakan bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan
wilayah NKRI.

Rp 100.000 (Soekarno-Hatta)

soekarno-hatta

Dua tokoh nasional ini terpampang sebelumnya di uang kertas pecahan Rp 100 ribu yang lama.

Mereka adalah tokoh yang berperan penting dalam proses kemerdekaan RI, yang juga sebagai presiden dan wakil presiden RI yang pertama.

------------------

Ikuti Berita Terkini Bogor !

Like Fanpage: TRIBUNnewsBogor.com

Follow Twitter: @TRIBUNnewsBogor

Instagram: @tribunbogor

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved