Breaking News:

Call Center 112 Bisa Terima Laporan Soal Rumah Tangga, Bima Arya Sampai Gandeng Polisi

dengan adanya layanan darurat 112 dapat semakin memudahkan masyarakat dalam menghadapi kondisi kedaruratan.

TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Wali Kota Bogor, Bima Arya resmikan call center 112, Kamis (19/1/2017) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor baru  saja meresmikan layanan nomor tanda panggilan darurat (NTPD) 112 untuk masyarakat Kota Bogor, di Pos Pengamanan Terpadu, Jalan Ir Djuanda, Kota Bogor.

Dengan berjalannya layanan NTPD 112, masyarakat dapat melaporkan keadaan gawat darurat ke pemerintah daerah baik melalui telepon rumah maupun telepon seluler.

"Nomor 112 ditetapkan sebagai nomor tunggal panggilan darurat agar dapat mempermudah masyarakat dalam menghubungi layanan darurat," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dalam sambutannya.

Adapun layanan darurat yang dilayani melalui 112 adalah menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kedarutatan medis, kebakaran, bencana, kecelakaan, tawuran, gangguan keamanan, dan kegawatdarutan lainnya.

"Untuk persoalan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pun bisa dilaporkan ke nomor sos ini," lanjutnya.

Lanjut Suami Yane Andria mengatakan dengan adanya layanan darurat 112 dapat semakin memudahkan masyarakat dalam menghadapi kondisi kedaruratan.

“Semoga masyarakat bisa menggunakannya dengan bijak, telepon jika benar dalam keadaan darurat jangan sampai ada laporan hoax," jelasnya.

Bima pun menjelaskan bahwa jika ada masyarakat Kota Bogor yang memanfaatkan nomor tersebut untuk melaporkan kejadian yang tidak benar akan ditindak tegas pihak kepolisian.

"Itu nanti masuknya ke laporan palsu, pasti akan ditindak tegas nantinya, ujar politisi PAN ini.

Sementara itu, perwakilan dari Kementrian Informasi dan Komunikasi (Kominfo), Asep Zaenal menjelaskan guna menunjang pelayanan NTPD, pihaknya telah memasang sebanyak 30 CCTV yang tersebar di beberapa titik Kota Bogor.

"Nanti ada operatornya juga sebanyak 15 orang yang dibagi menjadi tiga shift, mereka akan menerima laporan yang masuk dari masyarakat, kemudian menginformasikan kepada instansi terkait, dan akan langsung ditindak lanjuti, mereka juga sekaligus bisa melihat kondisi beberapa wilayah di Kota Bogor melalui layar yang terhubung dengan CCTV," urainya.

-------------------

Ikuti Berita Terkini Bogor !

Like Fanpage: TRIBUNnewsBogor.com

Follow Twitter: @TRIBUNnewsBogor

Instagram: @tribunbogor

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved