Pembawa Bendera Merah Putih Bertuliskan Huruf Arab Ditahan Polisi

untuk membuktikan adanya unsur pelecehan terhadap lambang negara dalam kasus itu, pihaknya akan memintai pendapat saksi ahli.

Pembawa Bendera Merah Putih Bertuliskan Huruf Arab Ditahan Polisi
Repro/Kompas TV
Bendera Merah Putih yang dibubuhi tulisan huruf Arab dan gambar pedang dikibarkan massa ormas Front Pembela Islam (FPI) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pihak kepolisian telah menetapkan pembawa bendera merah putih bertuliskan Arab berinisial NF, sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

Saat ini, polisi masih mendalami apakah yang bersangkutan merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) atau hanya simpatisan.

"Ya sudah ditahan. Sudah tersangka," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu (21/1/2017).

Argo mengungkapkan, saat ini penyidik masih menelusuri apakah NF merupakan anggota FPI atau hanya simpatisan.

"Kita masih mendalami, nanti kita tunggu dulu dari Polres Jaksel. Tapi dari interogasi kemarin, dia suka ikut kegiatan. Setiap kegiatan unjuk rasa ikut," bilang Argo.

Penyidik, kata Argo, juga sudah memeriksa empat orang saksi terkait kasus ini.

Mereka adalah orang-orang yang melihat dan mendengar langsung kejadian dugaan penghinaan terhadap lambang negara itu.

Dari keempat saksi tersebut ada juga saksi dari massa FPI yang ikut dalam aksi tuntutan pencopotan Kapolda Jawa Barat di Mabes Polri, Senin (16/1/2017) lalu.

Dikatakan Argo, untuk membuktikan adanya unsur pelecehan terhadap lambang negara dalam kasus itu, pihaknya akan memintai pendapat saksi ahli.

"Kan kita lihat dulu benderanya seperti apa, kan perlu pemeriksaan saksi ahli. Kalau itu misalnya cuma kain merah putih apakah itu disebut juga bendera, biar saksi ahli yang menyatakannya. Kan ada aturannya bendera itu seperti apa, tentunya saksi ahli nanti yang menyatakannya," bilang Argo.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved