Dikira Infeksi Telinga Biasa, Pasangan Muda Ini Terkejut Saat Tahu Penyakit yang Dialami Bayinya
Pertama, bibir Archie berubah warna menjadi keabuan, dan kemudian menjalar ke jari-jarinya.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pasangan muda ini khawatir bukan main ketika anak pertama mereka mengalami sakit.
Parahnya lagi, penyakit yang dialami bayinya itu tak main-main dan sangat berbahaya.
Dilansir dari viral4real, pasangan dari Australia Josh Roberts dan Katelyn Galea ini sangat gembira ketika anak mereka Archie lahir pada bulan Juli lalu.
Baca: Cerita Ibu yang Biarkan Anak Usia 10 Bulan Pegang Hiasan Guci, 4 Hari Muntah Sampai Tak Makan
Mereka memiliki bayi laki-laki yang sehat dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda suatu penyakit.
Namun tak berapa lama ini, Archie, nama bayi mereka, tiba-tiba jatuh sakit.
Ketika mereka membawanya ke rumah sakit, dokter mengatakan itu adalah infeksi telinga sederhana dan dapat diobati dengan mudah.
Tapi begitu mereka sampai di rumah, kondisi Archie malah semakin memburuk.
Pertama, bibir Archie berubah warna menjadi keabuan, dan kemudian menjalar ke jari-jarinya.
Ia mengembangkan ruam di dadanya, dan ketika orang tuanya melihat apa yang terjadi, mereka segera membawa bayi itu ke rumah sakit terdekat.
Dokter di rumah sakit menyadari apa yang menyebabkan sebagian tubuh Archie berubah menjadi abu-abu.
Ternyata Archie memiliki infeksi meningokokus berpotensi fatal, penyakit bakteri yang dapat berakibat fatal jika tidak diobati.
Archie segera dirawat di rumah sakit dan memakai ventilator.
Dia menerima transfusi darah dan diobati dengan antibiotik.
"Ini adalah sesuatu yang Anda hanya baca di koran atau melihat di berita. Anda tidak akan pernah berharap untuk melihat seseorang sangat sehat dan sangat bahagia kemudian mengalami hal ini," tulis ayah Archie di Facebook.
Untungnya, Archie mampu berjuang melawan penyakit mematikan itu, dan kini sedang memulihkan diri.
Setelah Archie stabil, ia masih harus dirawat beberapa bulan di rumah sakit sampai kondisinya pulih kembali.
Meningitis bakteri menyebar dari orang ke orang, tetapi beberapa strain dapat dikontrak dari permukaan.
Untuk ibu dan orang tua lain di luar sana, berhati-hatilah.
Baca: Balita Ini Alami Kerusakan Otak Usai Makan Popcorn, Penyebabnya Bikin Orang Tua Menyesal
Ketika membiarkan anak-anak Anda untuk naik shopping cart, pastikan permukaan bersih dengan menyeka setiap bagian dari gerobak dengan tisu antibakteri, atau meletakkan selimut di kursi sebelum membiarkan anak-anak Anda duduk di atasnya.
Pastikan untuk membersihkan tangan Anda secara menyeluruh sebelum menangani anak-anak kecil.
Balita Ini Menangis Kesakitan, Saat Dilihat Ternyata Mainannya Tersangkut di Alat vitalnya
Seharusnya setiap kegiatan anak yang masih balita harus dipantau penuh oleh orangtuanya.
Karena dikhawatirkan akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Seperti yang menimpa seorang bocah di Tiongkok ini.
Dikutip dari Mirror, petugas pemadam kebakaran harus dikerahkan untuk menolong seorang bocah laki-laki yang berusia setahun ini.
Peristiwa itu terjadi di Kota Yantai, Tiongkok.
Kakek korban terpaksa memanggil pemadam kebakaran karena terkejut setelah melihat kondisi cucunya itu.
Rupanya, mainan mobil-mobilan cucunya itu tersangkut di alat vitalnya. Duh!
Awalnya sang kakek kaget mendengar cucunya menangis histeris.
Ia berpikir cucunya itu ingin buang air kecil dan kesulitan membuka celana.
Namun, alangkah terkejutnya dia ketika melihat ternyata mainan mobil-mobilan tersangkut di alat vital cucunya.
Ia pun tak mengetahui pasti bagaimana mainan itu bisa tersangkut di alat vital cucunya.
Namun ia mengira kalau saat itu cucunya sedang merangkak ketika mainan mobil tersangkut di alat vital cucunya.
Terlihat bocah malang itu sangat kesakitan dan menangis cukup keras.
Sang kakek pun tak punya pilihan lain dan memutuskan untuk memanggil pemadam kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba pun langsung melakukan pertolongan.
Anehnya, petugas pun mengatakan kalau peristiwa ini umum terjadi.
"Kami telah melihat beberapa kasus dalam satu bulan terakhir ini," kata seorang petugas.
Tak butuh waktu lama untuk mencabut mobil mainannya dan anak itu pun tak lagi merasa kesakitan.
Peristiwa ini sungguh disayangkan karena bocah itu tak diawasi selama bermain.
Bocah itu tinggal bersama kakek dan neneknya, sementara orangtuanya bekerja di kota Yantai, Provinsi Shandong Cina Timur.
----------------
Ikuti Berita Terkini Bogor !
Like Fanpage: TRIBUNnewsBogor.com
Follow Twitter: @TRIBUNnewsBogor
Instagram: @tribunbogor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/archie_20170130_120455.jpg)