Anggotanya Ngamuk ke Pengendara, Polres Bogor Minta Maaf

saya dihubungi via telp oleh seorang anggota Polres Bogor, beliau menyampaikan permohonan maaf atas nama Polres Bogor.

Penulis: Tania Natalin Simanjuntak | Editor: Soewidia Henaldi
Facebook

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tania Natalin Simanjuntak

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Peristiwa yang dialami keluarga Ihsan Amaluddin di Jalan Raya Puncak kemarin sempat jadi viral di media sosial Facebook.

Pada akunnya, Ihsan menceritakan bagaimana kronologis kejadian dirinya diperlakukan tak semestinya oleh seorang polisi.

Awalnya, Ihsan yang membawa istri, tiga anak, serta seorang keponakannya ini sedang melakukan perjalanan di Jalan Raya Puncak.

Ia dan keluarganya itu mengikuti kendaraan lain dengan mengarahkan mobil ke bahu jalan dan melihat voorijder menyusul, berhenti di tengah jalan, dan menghalangi kendaraan lain.

Bapak tiga anak ini pun berinisiatif untuk memotret kondisi lalu lintas yang makin macet karena ulang voorijder.

Tak terima, polisi menghampiri Ihsan dan mengatakan dirinya tak boleh memotret tanpa izin.

Adu mulut pun terjadi.

Bahkan sang polisi sempat menyakiti mulut Ihsan dengan perlakuan fisik.

"Polisi itu berlaku kasar, membentak, melukai dan mengancam. Dia berani melakukan-nya didepan keluarga saya dan didepan umum.

Maka dapat dibayangkan bagaimana perlakuan mereka pada seorang terduga pelanggar yg ada ditempat tertutup?"

Begitu penggalan status Ihsan yang jadi viral karena dibagikan lebih dari 55.000 kali.

Tapi Ihsan membuat sebuah status lagi.

Kali ini, tentang kemajuan dari peristiwa tersebut.

Berikut isinya.

"Pasca Kejadian Polisi yang berlaku kasar tgl 4 Februari lalu.

POLRES BOGOR TELAH MENYAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF
Alhamdulillahirabbil 'alamiin..

Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam..

Pagi ini saya dihubungi via telp oleh seorang anggota Polres Bogor, beliau menyampaikan permohonan maaf atas nama Polres Bogor.

Dan kemudian siang ini Kasatlantas Polres Bogor Ibu AKP Silfia Sukma Rosa juga menghubungi saya via telepon dan kembali menyampaikan permohonan maaf atas nama Polres Bogor dan mengatakan bahwa polisi ybs tengah diperiksa.

Beliau juga menyatakan keinginan-nya untuk silaturahmi dan jika memungkinkan bersama petugas polisi yang bersangkutan.

Semoga dapat terlaksana.

Saya sebagai manusia yang tidak sempurna dan juga memiliki banyak kesalahan tentu memaafkan dan juga memohon maaf jika saya pun melakukan kesalahan..

Terlepas dari apa hukuman yg telah atau akan diberikan pada polisi ybs, sy berharap memberikn efek jera agar tidak terulang kembali.

Sy menghargai niat baik pihak Polres Bogor, semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran yang baik bagi kita semua.

Kepada semua sahabat saya di FB, sy ucapkan terimakasih atas semua dukungan-nya, semoga kita semua juga bisa mengambil ibrah dari kejadian ini dan marilah kita menjadi warga negara yg taat hukum namun kritis dan berani mempertahankan nilai kebenaran..

Apabila berita ini sampai juga kepada para anggota dewan, petinggi negeri dan atau kapolri, semoga dapat jadi masukan untuk membuat aturan yang lebih memihak kepada kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan segelintir orang yang memiliki uang demi menjaga hak2 pengguna jalan dan menjunjung tinggi kesetaraan dimata hukum.

Juga semoga pembinaan kepada para anggota kepolisian di seluruh indonesia dapat semakin baik.

Allahu mustaan, laa hawla walaa quwwata illa billah..
Bandung, 6 Februari 2017."

Pernyataan ini sudah dibagikan lebih dari 1.000 kali.

Netizen kebanyakan mengaku lega dengan kemajuan pemberitaan ini.(*)

----------------------------

Ikuti Berita Terkini Bogor !

Like Fanpage: TRIBUNnewsBogor.com

Follow Twitter: @TRIBUNnewsBogor

Instagram: @tribunbogor

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved