Breaking News:

Tersiar Kabar Aksi Mogok Angkot di Bogor, Spanduk Larangan Ojek Online Sudah Terpasang di Cibinong

Dukungan terhadap aksi tersebut dipicu menurunnya penghasilan yang didapat oleh sopir angkot sejak adanya transportasi berbasis online.

Penulis: Damanhuri
Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Spanduk larangan bagi ojek dan taksi online di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Rumor soal aksi mogok massal di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor pada Senin (20/3/2017) mendatang, didukung penuh oleh sopir.

Dukungan itu sudah terlihat sejak seminggu lalu dengan dipasangnya spanduk larangan bagi ojek dan taksi online di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Sudah hampir seminggu spanduk itu kami pasang, tapi tetap saja masih ada angkutan online seprti grab car ambil sewa disini," kata seorang sopir angkot, Bedul (51) kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (16/3/2017).

Dukungan terhadap aksi tersebut dipicu menurunnya penghasilan yang didapat oleh sopir angkot sejak adanya transportasi berbasis online.

Sopir angkot jurusan Desa Tengah - Cileungsi ini mengaku sudah mendapatkan kabar tersebut dari teman-temannya sesama sopir angkot.

"Iya, kami disini sudah dapat kabar akan ada aksi mogok massal. Kalau memang rencana itu jadi kami di sini juga akan ikut mogok," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (15/3/2017).

Sopir angkot, Bedul
Sopir angkot, Bedul (TribunnewsBogor.com/Damanhuri)

Bedul sendiri mengaku sejak adanya ojek dan taksi online tersebut, penghasilan yang didapat berkurang banyak.

"Turun drastis, apalagi sejak ada taksi online, kami sudah nunggu lama ternyata sewa langganan kami diangkut sama mereka," kata dia.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor bisa mendengar keluhan para sopir angkot ini untuk bisa menertibakan angkutan online.

"Yang jadi masalah bagi kami itu angkutan taksi online, soalnya dia biasa angkut penumpang bisa sampai lima orang dengan harga murah. Terus kami sopir angkot mau makan apa kalau angkutan online ini dibaiarkan semakin banyak," kata lelaki yang sudah 16 tahun menjadi sopir angkot itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved