Breaking News:

Mobil Dilarang Masuk ke Kawasan Sempur Saat Akhir Pekan, Pengamat : Itu Bukan Solusi

Karena menurut Yus, larangan melintas untuk roda empat pada Sabtu atau Minggu di Jalan Sempur bukanlah solusi.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto sedng mengatur lalu lintas di Kawasan Puncak saat terjadi kemacetan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kebijakan pelarangan kendaraan roda empat memasuki Kawasan Lapangan Sempur hingga kini masih menjadi Pro dan Kontra.

Pengamat Kebijakan Publik, Yusfitriadi mengatakan bahwa kebijakan tersebut kurang efektif dan malah mengorbankan masyarakat.

"Iya saya hanya mengingatkan bahwa jangan kesampingkan kepentingan masyarakat, dan merenggut hak masyarakat yang ingin menikmati Lapangan Sempur," tuturnya, Selasa (4/4/2017).

Karena menurut Yus, larangan melintas untuk roda empat pada Sabtu atau Minggu di Jalan Sempur bukanlah solusi.

Menurutnya masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemacetan di kawsan tersebut.

"Kemacetan di jalan-jalan kecil itu pun dampak dari SSA termasuk di Jalan Sempur, karena sebelum adanya ornamen-ornamen lainnya kebijakan SSA sudah diberlakukan, padahal itu keputusan terlalu dini, karena memang oranamen pendukung SSA itu pun belum siap seperti transportasi, lahan parkir dan banyak lagi," jelasnya.

Yus pun mengatakan seharusnya pemerintah kota seharusnya melakukan research sebelum menerapkan sebuah kebijakan.

Dan, berkaitan dengan larangan roda empat melintas, Yus mengatakan ada cara lain untuk mengatasi kemacetan.

"Kalau itu kan kebijakan Instan, bikin macet, langsung bikin aturan larangan melintas. kenapa tidak di-float (ditempatkan) petugas di situ untuk ngatur lalu lintas atau membuat tempat parkir," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved