Semasa Hidup Tak Dikaruniai Anak, Ini Sosok Mantan Menteri Perdagangan Era Soeharto Dimata Kerabat
Menurut Hendar, almarhum dalam bekerja tidak terlalu menggunakan kata-kata tapi dengan tindakan.
Penulis: Raymas Putro | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Raymas Putro
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, PARUNG - Cuaca cerah mengiringi proses pemakaman mantan Menteri Perdagangan Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) era Presiden Soeharto, Prof. Dr. Satrio Budihardjo Joedono di Taman Pemakaman Umum (TPU) Giritama Tonjong, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Senin (17/4/2017).
Satrio atau biasa disapa Billy Joedono wafat pada Minggu (16/4/2017), pukul 23.30 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.
Pantauan TribunnewsBogor.com di lokasi, cuaca cerah menyelimuti selama prosem pemakaman.
Jenazah tiba sekitar pukul 13.30 WIB, dan tidak lama langsung dikebumikan.
Terlihat puluhan pelayat mengantar Almarhum ke peristirahatan terakhirnya.
Mantan wakil Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Hasan Basri dan Sekretariat Jenderal BPK Hendar Ristriawan ikut mengantarkan mantan orang nomor satu di BPK itu ke peristirahatan terakhirnya.
Proses pemakaman selesai pukul 15.00 WIB dan dipimpin oleh Eka Wikarta, pengurus Makam Giri Tama.
"Kami keluarga besar BPK kehilangan sosok beliau, beliau sosok yang penuh integritas ," kata Sekjen BPK, Hendar Ristriawan.
Menurut Hendar, almarhum dalam bekerja tidak terlalu menggunakan kata-kata tapi dengan tindakan.
Almarhum juga dikenal sebagai orang yang membuat sistem kepegawaian di BPK baik seperti saat ini, dan sangat obyektif.
"Ia (Billy) om kami banget, ia orang yang sangat lurus tidak pernah macem-macem," Kata Diani, kepokanan Billy Joedono.
Almarhum meninggalkan seorang istri, semasa hidupnya beliau tidak dikarunia anak.
"Beliau wafat karena sakit kanker yang sudah lama, beliau wafat tadi malam di depan saya dan suadara yang lain," pungkas Diani.