Breaking News:

Mahasiswa IPB Bentuk Agrisantripreneur Yaitu Santri Berbasis Pertanian

Program pelatihan Agrisantripreneur ini disambut baik oleh para santri An-Nahl dan telah berjalan kurang lebih selama satu bulan.

Penulis: Soewidia Henaldi | Editor: Soewidia Henaldi
Humas IPB
Santri IPB 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kemampuan wirausaha (entrepreneurship) dapat dipupuk sejak kecil melalui pengalaman serta pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh lembaga tertentu maupun secara otodidak.

Kemampuan tersebut dapat melatih seseorang untuk memiliki jiwa usahawan yang mandiri, sehingga dapat menjadi bekal untuk terjun langsung ke masyarakat.

Sekelompok mahasiswa dengan latar belakang Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB)  merangkai sebuah program pelatihan bagi santri An-Nahl yang berlokasi di Jalan Raya Gunung Salak Endah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pesantren tersebut kurang lebih memiliki 90 santri putra yang terdiri atas santri SD, SMP dan SMA.

Berbekal kemampuan bercocok tanam serta wirausaha, kelompok yang lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Masyarakat 2017 (PKM-M) ini membuat rencana untuk mengamalkan ilmu mereka terhadap santri-santri An-Nahl.

Program yang diberi nama "Agrisantripreneur : Pengembangan Jiwa Wirausaha Santri Berbasis Pertanian" ini memiliki segudang materi pelatihan seperti pengenalan budidaya tanaman pertanian hingga pelatihan menjadi wirausahawan yang baik.

Para mahasiswa yang tergabung adalah Putri Hanik Setya Maharani, Amrina Muftia Suci, Arlinda, Dedi Maulana, dan Ilham Nur Five.

Program pelatihan Agrisantripreneur ini disambut baik oleh para santri An-Nahl dan telah berjalan kurang lebih selama satu bulan.

Setiap bulannya kelompok PKM-M yang diketuai oleh Putri Hanik Setya Maharani datang ke lokasi 2-3 kali dalam seminggu.

"Kami sudah memberi pembekalan dasar mengenai cara mengolah lahan serta cara berjualan. Bahkan minggu kemarin pun kami bersama para santri telah berhasil menjual produk kripik singkong yang diproduksi langsung oleh para santri," tutur Putri.

"Sebanyak 15-20 peserta SMP dan SMA santri putra yang tergabung dalam Santri Minat Pertanian (Santani) dan kelompok lainnya yang berasal dari beragam daerah mengikuti pelatihan kami. Mereka sangat senang ketika dapat belajar menanam serta merawat tanaman yang berada di kebun mereka. Kami pun tidak kalah senang untuk datang lagi ke sana, karena lokasi pesantren sangatlah indah dan nyaman," ujar Suci yang merupakan salah satu anggota kelompok.

Kelompok yang tergabung dari Putri Hanik Setya Maharani, Amrina Muftia Suci, Arlinda, Dedi Maulana, dan Ilham Nur Five berharap ke depannya santri- santri yang berasal dari Pamijahan ini dapat mengelola persediaan pangan mereka secara mandiri bahkan dapat memasarkannya ke masyarakat sekitar.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved