Syiar Ramadhan di Pondok Pesantren

Dirikan Pesantren Sejak 1918, Ini Sejarah Abuya Cilember Dalam Syiar Agama Islam

Terlebih pesantren tersebut didirikan oleh Abuya Cilember setelah ia pertama kali mendirikan pesantren di Puncak Bogor sejak tahun 1918.

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pesantren Darul Huda atau dikenal dengan Pesantren Abuya Cilember 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Pesantren Darul Huda atau dikenal dengan Pesantren Abuya Cilember ternyata masih dipercaya dan dikenal oleh banyak orang sampai sekarang.

Terlebih pesantren tersebut didirikan oleh Abuya Cilember setelah ia pertama kali mendirikan pesantren di Puncak Bogor sejak tahun 1918.

Abuya Cilember ini bernama asli Abuya KH.Hasan Mustofa yang kebetulan merupakan warga asli Cilember, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Menurut sang putra, KH.Rahmatullah (62), Abuya mulai mendirikan pesantren pada tahun 1918 di daerah Kopo, Cisarua.

Kemudian munculah permintaan dari dua santrinya dari Cilember yakni H.Sidiq dan H.Mansur agar Abuya pindah ke Cilember karena pengetahuan agama di masyarakat Cilember dan sekitarnya saat itu dinilai masih kurang.

Hingga saat itulah pada tahun 1925, Abuya KH.Hasan Mustofa mendirikan pesantren di Cilember.

"Tahun 1925, Abuya di panggil oleh muridnya yang suka mengaji, H.Sidiq dan H.Mansur. Udahlah Abuya dilanjutin di sini karena di sini gak ada kyai, " ujar KH.Rahmatulloh ketika ditemui TribunnewsBogor.com di Pesantren Darul Huda, Cilember.

Tidak hanya itu, KH.Rahmatullah juga menjelaskan bahwa santri Abuya tersebut saat itu juga membantu bahkan memberikan tanahnya untuk mendirikan mesjid di sekitar pesantren.

KH.Rahmatullah juga menceritakan bahwa sebelum mendirikan pesantren di Puncak, Abuya sendiri sempat menjadi santri cukup lama bahkan pesantren tempatnya belajar pun cukup banyak.

Pimpinan Pesantren Darul Huda Cilember, KH.Rahmatullah
Pimpinan Pesantren Darul Huda Cilember, KH.Rahmatullah (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

"Beliau belajar dulu di Bojong Bogor, pindah ke Cipanas Cinengah dan Cibadak terus ke Cibangban Garut, Cihapit Bandung, Gentur Cianjur cukup lama, terus Plered Purwakarta, pindah lagi ke Gentur, kemudian tahun 1918 membuka pesantren di Kopo," ungkapnya.

Pengurusan Pesantren Darul Huda Cilember dilanjutkan oleh KH.Rahmatullah setelah Abuya wafat tahun 1975 pada waktu berumur 90 tahun.

KH.Rahmatullah mengaku melanjutkan memimpin pesantren pada tahun 1979 setelah dipimpin sementara oleh saudaranya yang lain.

Anak bungsu dari 17 bersaudara ini juga mengatakan bahwa kini santri yang belajar di pesantren yang ia pimpin mencapai 112 santri laki-laki dan 160 santri perempuan.

Bahkan pesantren tersebut kini juga sempat mendapat bantuan dana pembangunan dari Pemkab Bogor untuk pertamakalinya sejak pesantren itu berdiri walau pun tidak 100 persen.

"Kalo santri perempuan sekarang ada 160, kalo laki-laki ada 112. Lebih banyak perempuan, makanya sekarang lagi dibangun lagi pondok pesantren karena kekurangan tempat," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved