Jadi Barang Langka, Harga Garam di Kabupaten Bogor Makin 'Asin'

Ani tidak mengetahui penyebab kenaikan harga garam yang menjadi kebutuhan pokoknya sebagai campuran penyedap masakannya itu.

Penulis: Damanhuri | Editor: Soewidia Henaldi
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Harga garam dapur di Kabupaten Bogor semakin mahal bagi ibu rumah tangga dan penjual makanan. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Langkanya garam dapur di Kabupaten Bogor dalam beberapa hari ini dirasakan para ibu rumah tangga dan penjual makanan.

Salah satunya diungkapnya Ny Ani (42), seorang penjual makanan di Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Menurut Ani, harga garam dapur terus melonjak sejak sepekan ini.

"Biasanya satu bungkus kecil ini cuma seribu, tapi sekarang harganya sudah Rp 2 ribuan," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (25/7/2017).

Baca: Warga Bogor Susah Dapatkan Garam, Disperindag Curiga Ada Penimbunan

Ani tidak mengetahui penyebab kenaikan harga garam yang menjadi kebutuhan pokoknya sebagai campuran penyedap masakannya itu.

"Ini saja belinya di pasar, kalau di warung harganya bisa diatas Rp 2 ribu," katanya.

Sementara itu terkait langkanya garam dapur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor hingga kini masih penyelidiki penyebabnya.

"Iya sudah banyak yang laporan katanya garam mulai susah didapatkan, saat ini masih kami cari tahu penyebanya," kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Bogor, Jona Sijabat.

Baca: Pasokan Dari Indramayu Menipis, Harga Garam di Pasar Ciawi Bogor Membumbung

Menurutnya, di Kabupaten Bogor sendiri ada sekitar lima perusahaan garam yang biasa mendistribusikan garam ke pasar dan warung-warung.

Jona berjanji akan segera mengambil langkah agar warga tidak kembali kesulitan mendapatkan garam.

"Minggu-minggu ini kami akan segera turun ke lapangan dan mendatangi distibutor garam, apakah ada penimbunan atau seperti apa nantikan akan di pastikan dulu," tegasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved