Pedagang Bendera Mulai Menjamur, Tapi Masih Sepi Pembeli

Seminggu jelang hari kemerdekaan, barulah ia bisa mendapat omzet yang tinggi dari bisnis musimannya itu.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Penjual bendera mulai menjamur di wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Memasuki bulan Agustus, para pedagang bendera mulai membuat lapak-lapak dadakan di pinggir jalan.

Seperti yang terjadi Jalan Raya Puncak Ciawi, terpantau beberapa pedagang bendera mulai hadir di pinggir jalan.

Namun, para pedagang merasa masih sepi dari pembeli.

Salah satu pedagang bendera di Ciawi, Ina (34) mengaku omzet perharinya kini hanya mencapai Rp 50 ribu semenjak ia berjualan jelang bulan agustus lalu.

"Masih sepi, tapi setiap hari ada yang beli paling dapet Rp 50 ribu," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (4/8/2017).

Ia menambahkan bahwa seminggu jelang hari kemerdekaan, barulah ia bisa mendapat omzet yang tinggi dari bisnis musimannya itu.

"Tanggal 10 sampai tanggal 16 agustus baru rame yang beli, tiap hari bisa dapet sampe Rp 500 ribu," ungkapnya.

Ina menjual berbagai jenis dan ukuran bendera dengan harga mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 200 ribu.

Untuk harga Rp 200 ribu, Ina menjual jenis bendera yang ia sebut background (latar) sedangkan bendera dengan harga Rp 10 ribu, ia menghargainya intuk bendera kecil biasa.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved