HUT RI, Bendera Merah Putih Sepanjang 66 Meter Dibentangkan Di Kawasan Wisata Puncak

Tidak lupa puluhan aktivis ini juga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Hari Merdeka dengan lantang sambil memegang erat bendera merah putih ters

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bendera 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA -- Dalam rangka HUT RI yang ke -72, organisasi independen Forest Watch Indonesia (FWI) menggelar upacara di Bukit Citamiang, Kampung Ciateun, Tugu Utara, Cisarua Bogor.

Menurut FWI lokasi tersebut merupakan hulu Daerah Aliran Air (DAS) Ciliwung yang menghidupi hingga jakarta.

Dalam aksinya itu, mereka membentangkan bendera merah putih sepanjang 66 meter yang menurut mereka adalah simbol dari 66 kali hutan di Puncak Bogor yang telah hilang.

Tidak lupa puluhan aktivis ini juga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Hari Merdeka dengan lantang sambil memegang erat bendera merah putih tersebut.

"72 tahun belum merdeka secara hakiki, banyak rakyat kita yang kesulitan terhadap akses air padahal itu adalah sumber kehidupan sehari-hari," ujar Pengkampanye FWI, Linda Rosalina, Kamis (17/8/2017).

Menurutnya, jika dikaitkan dengan UU Kehutanan dan Tata Ruang, minimal Daerah Aliran Air (DAS) itu harus memiliki luas 30 persen, sedangkan jumlah DAS Ciliwung menurutnya sudah tidak laik dan seharusnya dihutankan kembali.

Lanjutnya, terkait Perpres dan UU ada dualisme kebijakan permerintah terkait SK menteri kehutanan kawasan Puncak sebagai kawasan produksi, sementara di Perpres tahun 2008, kawasan Bogor Puncak Cianjur sebagai kawasan hutan lindung.

Pihaknya menyayangkan pengelolaan hutan baik di Provinsi Jawa barat maupun di Kabupaten Bogor tidak menjadikan kawasan ini sebagai fungsi konservasi hutan dan air.

Lanjutnya, seperti salah satunya di kawasan Desa Tugu Utara dari hulu DAS utara dan selatan 50 persen sudah beralih fungsi menjadi vila hotel dan pemukiman.

"Maka jangan heran jika suatu hari akan terjadi banyak bencana banjir karena hutan penyangga air kehilangan fungsinya," katanya.

Bendera
Bendera (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved