Terlihat Cuma Senang-Senang di Bali, Yang Dilakukan Orang Bule di Tempat Ini Bikin Isi Dompet Penuh
Bule-bule yang ada di sini fisiknya saja yang ada di Bali, tapi sebenarnya mereka mengurus sesuatu yang terjadi di luar negeri.
Penulis: Tania Natalin Simanjuntak | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tania Natalin Simanjuntak
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dilihat dari luar, tempat ini seperti restoran biasa dengan banyak pemuda di dalamnya yang membawa komputer lipat sambil menikmati minuman dan makanan.
Tapi sebenarnya orang-orang itu tak terlihat seperti kelihatannya.
Padahal penampilan mereka juga terlihat sederhana.
Diantara mereka banyak yang memakai celana pendek, kaus tanpa lengan, serta sendal jepit.
Tapi jika diperhatikan, semuanya membawa komputer lipat dan beberapa gawai lainnya.
Seorang pria dari media CNBC pun mencoba mengikuti apa yang mereka kerjakan itu.
Tempat ini berada di Bali, di dekat pantai yang berombak.
Dilihat dari CNBC, pria yang bernama Uptin tak memberitahu secara detil dimana daerahnya itu.
Uptin pun berkenalan dengan orang-orang yang terlihat 'nongkrong' di tempat yang bernama Dojo tersebut.
Ternyata, mereka semua tak berhubungan satu sama lain.
Diantara mereka ada yang berprofesi sebagai desainer grafis, pemasaran, pengusaha, hingga developer.
Dengan membayar sekitar Rp 200.000, para bule ini menghabiskan waktu mereka dengan bekerja, dan menjadikan tempat itu sebagai kantor mereka.
Dojo adalah work space, atau tempat yang menyediakan ruang untuk Anda bekerja.
Di dalamnya ada fasilitas wifi, dan Anda bisa menikmati makanan serta minuman yang Anda inginkan.
Bule-bule yang ada di sini fisiknya saja yang ada di Bali, tapi sebenarnya mereka mengurus sesuatu yang terjadi di luar negeri.
Uptin bertemu Cassie dan Shay yang bekerja sebagai pengusaha.
Mereka mempunyai laman yang bernama Bucketlist Bombshells, yaitu laman yang menyediakan anak-anak muda menyiapkan bisnis online sembari traveling ke berbagai daerah di dunia.
Ada juga Nick yang bekerja sebagai software consultant di Michigan, Amerika Serikat.
Tapi semua pekerjaannya ia lakukan di Bali sambil berselancar pada sore hari.
Pemandangan ini menjadi hal biasa di Bali belakangan.
Mereka bahkan ada yang sudah bertahun-tahun melakukan hal seperti ini.
Menurut para bule ini, mereka lebih produktif jika bekerja dalam situasi seperti itu, daripada di negara asal mereka yang super sibuk dan menjemukan.
Lihat videonya di sini, bagaimana menurut Anda?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/dream-job_20170821_202934.jpg)