Barbershop di Puncak Ini Pegawainya Orang Arab, Begini Bila Ada Orang Lokal yang Mau Cukur Rambut

Percakapan bahasa Arab di dalam ruangan itu seakan menjadi hal yang lumrah.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Tempat pangkas rambut Arab di Puncak 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Di Puncak Bogor, terdapat tukang cukur yang berbeda dari biasanya.

Di sana, para pegawai pangkas rambutnya adalah orang-orang timur tengah.

Apabila dilihat dari luar, tempat cukur tersebut terlihat dipenuhi kilau-kilauan dari dalamnya serta dinding kaca yang lebar dan juga tulisan Arab di depannya.

Ketika TribunnewsBogor.com mencoba masuk ke dalam, terpantau cermin dipasang di seluruh dindingnya.

Alat-alat cukur pun terpantau begitu lengkap mulai dari pisau cukur, berbagai jenis pemotong rambut hingga hairdryer pun disediakan.

Di sana terlihat tulisan harga cukur jenggot dan kumis dipatok dengan harga Rp 100 ribu, sedangkan apabila ditambah dengan cukur rambut harganya menjadi Rp 150 ribu.

Daftar harga tersebut berlaku hanya untuk orang Arab.

Para wisatawan arab yang bercukur ke sana kebanyakan hanya mencukur jenggot dan kumisnya ketimbang cukur rambut.

Percakapan bahasa Arab di dalam ruangan itu seakan menjadi hal yang lumrah.

Di sisi-sisi tempat cukur tersebut terpantau berjejer alat-alat cukur hingga benda lainnya seperti pewarna rambut, berbagai lotion, dan lain-lain.

Terpantau bahwa didalamnya itu terdapat orang asli Arab yang bertubuh tinggi yang tengah mencukur jenggot pelanggannya yang juga orang Arab.

Orang Arab yang mencukur jenggot pelanggan Arabnya itu terpantau kerap mengobrol karena banyak ditanyai tentang Puncak oleh pelanggannya itu.

Ketika TribunnewsBogor.com hendak dicukur, ternyata dilayani oleh pegawai lokal.

Penggunaan alat cukur pun seperti pada umumnya namun penggunaan pisau cukur dibakar dahulu beberapa detik dengan alat yang disemprot sebelum digunakan.

Setelah proses cukur selesai, terpantau kepala ditiup menggunakan alat mirip hairdryer namun hanya menghembuskan angin biasa sehingga baju pelanggan tampak bersih dari rambut-rambut sisa cukur.

Menurut salah satu warga sekitar, yang tak disebutkan namanya, tempat cukur tersebut di Kecamatan Cisarua sendiri mempunyai delapan cabang.

Dimana tempat cukur tersebut dibangun dikhususkan untuk wisatawan arab dan jarang dikunjungi pelanggan lokal.

"Jarang sih orang lokal mah yang dicukur di sini, kebanyakan orang Arab," ujarnya, Selasa (22/8/2017).

Terkait orang Arab yang berfrofesi tukang cukur di sana, ia juga tidak tahu menahu secara pasti bahwa ada pekerja orang Arab atau tidak.

"Saya gak tahu sih ada pekerja arab atau tidak, ada orang Arab yang nyukur itu juga saya gak tahu," ungkapnya.

Namun untuk warga lokal yang hendak dicukur di sana bakal diberi harga spesial, karena harganya tidak begitu dipatok malahan bisa bayar seikhlasnya saja.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved