Gembleng PAD, Pemkab Bogor Kenakan Pajak 50 Persen Dari Sektor Hiburan

pajak hiburan dari arena bernyanyi ini bisa menggembleng Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor.

TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Suasana kampung karaoke di Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, saat malam hari. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memasang tarif pajak cukup tinggi untuk para pengusaha tempat hiburan di wilayah Kabupaten Bogor.

Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor sendiri menerapkan tarif pajak sampai 50 persen untuk lokasi tempat hiburan atau arena bernyanyi.

"Untuk roomnya saja kami tarif pajak 50 persen, untuk makanannya hanya 10 persen," ujar Kepala Bappenda Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiar kepada TribunnewsBogor.com.

Kepala Bappenda Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiar
Kepala Bappenda Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiar (TribunnewsBogor.com/Damanhuri)

Menurutnya, penarikan pajak sebesar 50 persen di sektor hiburan tersebut dinilai masih cukup rendah jika dibandingkan aturan pajak tertinggi hingga 75 persen.

Terlebih, sambungnya, pajak hiburan dari arena bernyanyi ini bisa menggembleng Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor.

"Karena berdasarkan perda daerah tentang pajak, 50 persen itu masih dibawah pajak tertinggi dalam aturan," kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini ada 13 arena bernyanyi yang berada di wilayah Kabupaten Bogor.

"Memang ada peningkatan pendapatan dari sektor hiburan, tapi disisi lain juga harus dikendalikan agar pengusaha tidak kabur," tukasnya.

Penulis: Damanhuri
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved