Breaking News:

Turis Arab Di Puncak Bogor Lebih Pilih Kambing Muda untuk Hewan Kurban, Ini Alasannya

Di mana hal tersebut menurut Asep bertolak belakang dengan budaya warga Indonesia yang kerap mencari hewan yang terbaik untuk kurban.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kambing yang dijual di Puncak, (kiri: kambing coklat 5 juta, kanan: kambing hitam putih 2,2 juta) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA -- Para Turis Arab di Puncak Bogor ternyata enggan membeli kambing berukuran besar untuk dijadikan kurban.

Hal itu pun berkaitan dengan harga hewan kurban yang ditawarkan.

Semakin besar ukurannya, tentu harga hewan tersebut juga akan semakin mahal.

Begitu pun sebaliknya, jika ukurannya lebih kecil maka harganya akan lebih murah.

Hal itu diungkapkan oleh seorang penjual kambing di sekitaran Warung Kaleng Puncak Bogor, Asep (40).

Asep mengatakan, turis Arab di Puncak rata-rata membeli kambing yang lebih kecil dibanding kambing besar.

Untuk kambing berukuran besar ia patok harga Rp 5 juta per ekor, sedangkan untuk kambing yang kecil hanya diberi harga Rp 2, 2 juta per ekornya.

Di mana hal tersebut menurut Asep bertolak belakang dengan budaya warga Indonesia yang kerap mencari hewan yang terbaik untuk kurban.

"Kalau yang gede ini jarang ada orang Arab yang berani beli, rata-rata mereka beli yang kayak gini nih, yang kacil-kecil, yang muda-muda," ujar Asep kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (31/8/2017).

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved