Banyak Relawan, Sungai Katulampa Jadi Seperti Kawah Gunung, Ini yang Mereka Lakukan

Mereka pun terpantau memungut sampah berupa plastik, steryfoam, sendal, pakaian, sepatu, kayu-kayu, bambu dan yang lainnya menggunakan tangan mereka

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR -- Peduli dengan sungai Ciliwung, relawan pecinta Ciliwung kembali gelar kegiatan pungut sampah Ciliwung, Sabtu (2/9/2017).

Pantauan TribunnewsBogor.com, dengan semangat mereka terpantau mengambil satu per satu sampah Ciliwung di sekitaran Bendungan Katulampa, Jalan Katulampa Bogor Timur.

Mereka pun terpantau memungut sampah berupa plastik, steryfoam, sendal, pakaian, sepatu, kayu-kayu, bambu dan yang lainnya menggunakan tangan mereka sendiri dan dibantu alat lain yakni golok.

Sampah yang tersangkut di sela-sela bebatuan pun mereka cungkil dengan alat seadanya untuk di angkut dan juga dibakar sehingga kawasan sungai Katulampa pun tampak seperti di sebuah kawah karena ada beberap titik asap yang mengepul.

Menurut Koordinator SUP (Sub Unit Pelayanan) Ciliwung, Andi Sudirman, ia dan relawan lainnya turun kembali memungut sampah hari ini karena meningkatnya debit air beberapa waktu yang lalu.

Sehingga pihaknya berupaya untuk mencegah sampah hanyut ke hilir Ciliwung.

"Ada penambahan debit hujan di hulu terbawalah sampah ke sini. Kita upayakan yang kita bisa kita pilah, sampah plastik yang bisa dimanfaatkan oleh warga kita ambil, kayu-kayu dan yang susah diangkut kita bakar," ujar Andi kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (2/9/2017).

Menurutnya tim pemungut sampah tersebut terdiri dari berbagai elemen yang peduli dengan Sungai Ciliwung dimana tim kegiatan pungut sampah tersebut dibagi menjadi dua tempat yakni di Katulampa dan Lebak Pasar.

"Kami upayakan dari komunitas motor club, komunitas pecinta ciliwung (KPC), Polmas Raya, Bogor Care Community, dan beberapa elemen-elemen yang peduli Ciliwung, dan instansi terkait dari dinas sampai camat," ungkapnya.

Ia berharap dari kegiatannya itu juga bisa menyadarkan masyarakat tentang kebersihan sungai dari sampah karena ia juga mengaku di kawasan hulu Ciliwung dan Puncak Bogor masih banyak orang yang buang sampah sembarangan.

Sehingga menurutnya setelah rutin memungut sampah, sampah yang mengalir ke Ciliwung pun masih banyak.

"Masih ada orang yang tidak mengerti buang sampah sembarangan, mudah-mudahan masyarakat mengerti dan cinta tentang sungai Ciliwung, sungai dan alam, kita menjaga alam, insyaAlloh alam menjaga kita," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved