Kehadiran Primus Yustisio ke Puncak Bogor, Warga Cilember Diberi Penjelasaan Ini Tentang Pohon
Dalam pembahasannya itu tidak hanya membahas tentang tanaman buah, tapi juga tanaman kayu jati yang terkenal dengan kualitas dan harganya yang tinggi.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Lipi) hari ini menggelar pengenalan konservasi dan pengembangan potensi daerah di Puncak Bogor, Senin (4/9/2017).
Kegiatan yang digelar di Kampung Cirangrang, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua ini dihadiri oleh masyarakat setempat.
"Jadi ini adalah kegiatan mensosialisasikan hasil-hasil penelitian LIPI, hasil penelitian yang aplikatif, sederhana, tentang budidaya tanaman," ujar Kabid Pengembangan Kebun Raya Bogor, Joko Rido Witoni, kepada TribunnewsBogor.com, Senin (4/9/2017).
Dalam pembahasannya itu tidak hanya membahas tentang tanaman buah, tapi juga tanaman kayu jati yang terkenal dengan kualitas dan harganya yang cukup tinggi.
Diisi oleh mentor dari LIPI, Katarina Utami, warga pun diberi penjelasan terkait kayu jati mulai dari pembibitan, menanam, panen, hingga hama yang harus dihindari.
Bahkan salah satu hama yang juga harus dihindari itu ternyata adalah manusia sendiri, karena ada beberapa orang yang tidak bertanggung jawab kerap mencuri tanaman jati dan dinilai Katarina hal tersebut sebagai hama yang cukup berat.
Acara yang pembukaannya dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Primus Yustisio ini juga bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dalam budi daya tanaman.
"Primus hadir kebetulan LIPI itu bermitra dengan Komisi VII. Harapannya, teknologi yang kita sampaikan kepada masyarakat bisa diterapkan dan bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat di masa mendatang," ujar Joko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/lipi_20170904_170035.jpg)