Breaking News:

Ketua MUI Sebut Ponpes yang Diduga Terkait ISIS Ini Tidak Berizin

berbagai perizinan yang harus ditempuh untuk mendirikan suatu pondok pesantren pun tidak dilakukan

TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
Polres Bogor dan Brimob Polda Jabar mendatangi Ponpes Ibnu Mas'ud setelah menggeledah rumah kontrakan Afif, pelaku teror di Sarinah. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhur

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini telah melakukan kajian secara serius terkait keberadaan Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud yang berlokasi diwilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, pondok pesantren ini tengah menjadi sorotan lantaran diduga kaitannya dengan jaringan ISIS.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukhri Adji mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan Muspida Kabupaten Bogor terkait Pondok Pesantren Ibdu Mas'ud tersebut.

"Kami jajaran Muspida sudah melakukan rapat membahas masalah ini, termasuk dengan BNPT serta perwakilan dari Polda Jabar," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (15/9/2017).

Baca: Pelajar di Kota Bogor Diadu Hingga Tewas, Ibunya Desak Hukum Berlaku Pada Semua yang Terlibat

Menurutnnya, pondok pesantren itu sudah berdiri sejak tahun 2011 lalu tanpa ada kepengurusan yang jelas dan tidak terdaftar di Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor setelah dilakukan pengecekan.

Tak hanya itu, kata dia, berbagai perizinan yang harus ditempuh untuk mendirikan suatu pondok pesantren pun tidak dilakukan oleh pengurus pondok pesantren Ibnu Mas'ud.

"Di Kabupaten Bogor itu ada sekitar 1400 pesantren, tapi pesantren Ibnu Mas'ud itu tidak ada datanya," ungkapnya.

Baca: Soal Pesantren Ibnu Masud, Kapolres Bogor Akan Libatkan Para Ulama

Menurutnya, sejak berdiri disana kegiatan pondok pesantren dinilai tertutup dan tidak pernah bersosialisasi kepada masyarakat sekitar.

"Tahfiz apa yang mereka pelajari serta kurikulum yang diterapkan kami tidak tahu, masalahnya itu tadi mereka sangat tertutup," terangnya.

Kendati demikian, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak main hakim sendiri melihat permasalahan tersebut.

"Kami dari jajaran Muspida pun akan berusaha melakukan langkah-langkah tegas, tapi saat ini masih terus kami rapatkan," tukasnya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada keterangan dari pihak Ponpes Ibnu Mas'ud terkait izin dan dugaan keterlibatan dalam jaringan ISIS.

Penulis: Damanhuri
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved