Patung di Puncak Ini Bikin Warga 'Merinding', Kalau Malam Seperti Hantu Jeruk Purut

Menurut warga sekitar, Jey (47), patung tersebut merupakan satu-satunya patung di kawasan tersebut.

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Patung 'menyeramkan' di Puncak, bikin orang yang melihat bulu kuduk berdiri 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Sebuah patung yang berdiri di kawasan komplek PPMKP (Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian), Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, tampak tak terawat.

Tak jarang orang yang melihat patung itu merasa bulu kuduk berdiri.

Warga sekitar pun bahkan menyebut kalau patung itu mirip dengan sosok Hantu Jeruk Purut, yakni hantu kepala buntung yang menenteng kepala.

Jika dipandang sepintas, memang patung tersebut seperti memegang kepala buntung apalagi bila dilihat pada malam hari.

Ditambah dengan beberapa bangunan di sekitarnya yang sudah tidak terpakai serta kondisi kawasan yang sepi membuat patung tersebut semakin menyeramkan.

Patung tersebut ternyata merupakan patung kodok berbadan manusia dimana kepalanya sedang menghadap ke atas dimana permukaan patung tersebut tampak seperti sudah lama tidak dirawat.

Menurut warga sekitar, Jey (47), patung tersebut merupakan satu-satunya patung di kawasan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa di lokasi sekitar patung tersebut sekitar 10 tahun yang lalu merupakan cafe namun entah kenapa cafe tersebut ditutup.

"Dulunya itu cafe, 10 tahunan yang lalu lah, manusia kodok itu megang tongkat dan bola saya gak tahu maksudnya apa, dan dari dulu di sana angker," ujar Jey kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (21/9/2017).

Ia mengatakan bahwa jika malam tiba, patung tersebut kadang menghilang, kadang di dekatnya terlihat ada orang, dan juga kadang ada yang melintas padahal jauh dari perumahan komplek.

"Kalo lewat malem-malem itu suka ada orang di sana, tapi kan pagarnya dikunci, kadang patung itu hilang, kadang ada orang keluar nyebrang jalan," katanya.

Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini juga mengatakan bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan bekas jaman Belanda namun kini sudah direnovasi sedemikian rupa.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved