Mulai Pergantian Musim, Ini Doa yang Bisa Diamalkan Ketika Turun Hujan
sedangkan musim hujan akan menghampiri Indonesia pada bulan Oktober-November. Namun, tidak semua wilayah akan merasakan hujan.
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Hary Tirto Djatmiko mengatakan, musim hujan akan mulai datang pada bulan Oktober - November.
Bukan malah berkeluh kesah, bagi umat islam ada sejumlah doa yang bisa dipanjatkan saat hujan.
Seperti dilansir dari Kompas.com, Hary menuturkan, bulan September hingga November merupakan masa-masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan, sedangkan musim hujan akan menghampiri Indonesia pada bulan Oktober-November.
Namun, tidak semua wilayah akan merasakan hujan.
Setidaknya untuk sebagian wilayah Bogor sudah diguyur hujan beberapa hari belakangan.
Baca: Nikah Sama Pria 21 Tahun, Mempelai Wanita Dijuluki Nenek Rasa Perawan
“76 persen wilayah zona musim itu diawali Oktober dan November. Secara berangsur-angsur akan bergeser ke wilayah timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan seterusnya,” katanya.
Terkait panas yang tengah melanda Indonesia, Hary berkata bahwa fenomena cuaca panas merupakan hal yang biasa terjadi selama musim kemarau.
Panas yang muncul, berkisar antara 34-37,5 derajat celcius, masih suhu panas normal.
Baca: Disebut Bikin Cuitan Tak Mengenakan Soal G30S/PKI, Uus : Saya Kalau Salah Pasti Ngaku
“Itu normal. Angka itu didapat dari hasil monitoring suhu udara,” kata Hary saat dihubungi, Kamis (20/9/2017).
Hary mengatakan, terdapat beberapa faktor yang memicu naiknya suhu.
Matahari yang berada tepat di atas khatulistiwa membuat radiasi panas masuk dengan optimal.
Selain itu, aliran udara dingin dan kering dari Autralia membuat kelembapan udara kurang dari 60 persen di ketinggian 3.000 meter dan 5.000 meter dari permukan
Baca: 5 Cowok Kece Ini Jalin Hubungan dengan Wanita Lebih Tua, Nomor 4 Terpaut 10 Tahun
Banyak orang yang merasa kesal bahkan sampai mengeluh ketika turun hujan.
Bagi pengendara yang tak bawa jas hujan, tentu akan menghambat aktivitas.
Apalagi bagi mereka yang tak punya payung.
Sebaiknya memang tak seperti itu.
Dikutip dari berbagai sumber, ada sejumlah doa yang bisa diamalkan ketika turun hujan.
Berdo’a Ketika Turun Hujan: Allahumma shoyyiban nafi’an
Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,
إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari no. 1032)
Ibnu Baththol mengatakan, ”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 5: 18, Asy Syamilah)
Turun Hujan Waktu Mustajab untuk Berdo’a
Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ
“Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ no. 3078).
Do’a Ketika Hujan Lebat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu saat pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a,
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].” (HR. Bukhari no. 1014)
Syaikh Sholih As Sadlan mengatakan bahwa do’a di atas dibaca ketika hujan semakin lebat atau khawatir hujan akan membawa dampak bahaya. (Lihat Dzikru wa Tadzkir, Sholih As Sadlan, hal. 28, Asy Syamilah)
Berdo’a Setelah Turun Hujan: ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih
Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat shubuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada malam harinya. Tatkala hendak pergi, beliau menghadap jama’ah shalat, lalu mengatakan, ”Apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan Rabb kalian?” Kemudian mereka mengatakan,”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ
“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), makadialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/hujan_20170304_171938.jpg)