Niat Tak Ketahuan Saat Main Petak Umpet, Tubuh Bocah Ini Malah Tidak Bisa Gerak
Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi).
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Niat menangkan permainan petak umpet, nasib anak ini malah berujung nahas.
Lama sekali teman-temannya mencari anak satu ini.
Sudah keliling kesana kemari, tetap saja tak ditemukan.
Bahkan temannya yang jaga sampai menyerah.
Rupanya, bukan karena anak ini lihai saat bersembunyi.
Baca: Tak Lagi Hitam, Inikah Warna yang Bakal Diterapkan Pada Plat Nomor Kendaraan ?
Ketika diketahui tempat persembunyiannya, bukan lagi teman-teman yang menyuruhnya keluar, melainkan petugas pemadam kebakaran.
Petak umpet sudah tak lagi asing.
Tak hanya di Indonesia, permainan cari dan sembunyi ini juga dimainkan oleh anak-anak di luar negeri.
Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi).
Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG).
Baca: 5 Foto Pemeran Wanita yang Minta Kurus ke Om Jin, Pernah Digosipkan Dekat dengan Musisi Ini
Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.
Jika si "kucing" menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si "kucing" dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal.
Apabila Yang seru adalah, pada saat si "kucing" bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai "target operasi" atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si "kucing" dibebaskan, alias sandera si "kucing" dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si "kucing" harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan.
orang yang pertama ditemukan yang menjadi 'kucing' berikutnya.
Baca: 7 Sosok Ini Sering Dibully Meski Sudah Tampil Cantik, Gayanya Ketika Berlenggok Saingi Wanita Asli
Tapi di Desa Shanhuang, Guanxi, China Barat Daya, seorang anak terjebak di tengah tembok rumah.
Bocah yang baru berumur 8 tahun itu bermain petak umpet sejak pukul 4 sore waktu setempat.
Agar tak ketahuan oleh teman, dia sembunyi di sela dua tembok selebar 10 sampai 40 cm.

Dia masuk dari ujung yang cukup luas.
Tapi rupanya, saat di tengah jalan luasan tembok ini menyempit.
Walhasil, bocah tersebut tak bisa bergerak diantara celah selebar 20 cm.
Baca: Akan Dipanggil sebagai Saksi Kasus First Travel, Ria Irawan Tulis Harapan Menyedihkan Ini
Dia baru bisa dikeluarkan oleh pemadam kebakaran satu jam setelahnya.
Setelah keluar, bocah itu akhirnya ditenangkan oleh petugas dan warga sekitar.
