Pengunjung yang Ingin Lihat Panda Di TSI Diminta Bersabar, Harus Jalani Ini Dulu Sebelum Dipamerkan

Ia juga berharap bahwa pasangan panda tersebut bisa berkembang biak di Indonesia walau pun diberi batasan waktu sampai 10 tahun.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
Taman Safari Indonesia
Panda bernama Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) asal China yang akan tinggal di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA -- Keberadaan dua giant panda yang baru tiba di Taman Safari Indonesia (TSI) hari ini, Kamis (28/9/2017), ternyata belum bisa dinikmati oleh pengunjung TSI yang berlokasi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor itu.

Sebab menurut Direktur TSI, Jansen Manangsang, kedua panda yang bernama Cai Tao dan Hu Cun tersebut harus dikarantina terlebih dahulu.

"Hari ini kita menerima kedua panda ini, dan kita masukan ke masa karantina, ini SOP seluruh dunia bahwa satwa ini harus dikarantina, diadaptasi baik tingkah lakunya, tempatnya, suhunya dan alamnya," ujar Jansen ketika ditemui TribunnewsBogor.com, Kamis (28/9/2017).

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang berkunjung ke TSI untuk bersabar sebelum masa karantina usai, yakni sekitar satu bulan.

"Masyarakat menikmati itu pasti, tapi sabar saja, SOP-nya karantina itu satu bulan, setelah itu kita lihat situasi, nanti ada opening, pembukaannya," jelasnya.

Namun Jansen belum menyebutkan kapan pembukaan tersebut akan digelar.

"Karena ini antara Republik Indonesia dan Tiongkok, harus ada kesepakatan. Tapi kami dengar bahwa November ada pemimpin dari negara Cina akan datang, untuk waktunya, nanti," katanya.

Ia juga berharap bahwa pasangan panda tersebut bisa berkembang biak di Indonesia walau pun diberi batasan waktu sampai 10 tahun.

"Kesuburan panda betina itu hanya dua hari dalam setahun, makanya langka, kalo tidak bisa, kita ada opsi dua yaitu kawin suntik, jika sudah lahir di sini, itu 3, 4 tahun harus dipulangkan ke negara asalnya, dan anaknya lahir di Indonesia sertifikat Cibeureum," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved