Breaking News:

Punya Hutang, Tubuh Bocah 11 Tahun Penuh Luka Sundutan Rokok, Diduga Disiksa Majikan Ibunya

Selama tinggal bersama ET dan U, MJ kerap mendapatkan kekerasan yang disinyalir dilakukan oleh ET dan U.

Istimewa
Siswa SD di Kota Bogor mengalami luka di sekujur tubuh diduga jadi korban penyiksaan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Aksi kekerasan terhadap anak rupanya masih terjadi di Kota Bogor.

Kali ini, siswa kelas enam SD di Kota Bogor menjadi korban kekerasan itu.

Dia adalah MJ  yang saat ini masih berumur 11 tahun.

MJ, sapaan akrabnya, diduga mengalami kekerasan yang mengakibatkan banyak bekas luka di sekujur tubuhnya.

Hal itu diketahui setelah seorang tetangga melihat secara jelas bekas luka yang terdapat di beberapa bagian tubuh MJ.

Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor, Dudih Syiarudin, kekerasan tersebut berawal dari ibu MJ, Ijah Haryani (50) tinggal bersama mantan mitra usahanya, ET (51).

ET dan suaminya U (53) yang tinggal di Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor diketahui membuka usaha warung nasi dan jait pakaian dengan mempekerjakan Ijah sebagai pegawainya.

Berdasarkan keterangan dari Ijah, dirinya memiliki sejumlah hutang kepada ET, sehingga Ijah terpaksa menjadi pegawai ET dan ikut tinggal serumah. 

Selama tinggal bersama ET dan U, MJ kerap mendapatkan kekerasan yang disinyalir dilakukan oleh ET dan U.

Beberapa luka lebam bekas sundutan rokok bahkan tampak di beberapa bagian tubuh MJ.

Mirisnya lagi, wanita yang telah lama menjanda itu mengaku sempat terpaksa menganiaya MJ atas permintaan ET.

"Berdasarkan keterangan ibu korban seperti itu, sebenarnya masalah ini cukup rumit, perlu hati-hati dan masih kita dalami juga, supaya nanti informasinya tidak simpang siur," kata Dudih kepada TribunnewsBogor.com di ruang kerjanya.

Dia pun mengatakan bahwa kasus tersebut saat ini sedang dalam pengawasan pihak kepolisian.

"Korban sudah divisum hari kamis kemarin, sekarang kasus ini sedang ditindsk lanjuti pihak kepolisian, kalau korban masih dalam pengawasan KPAID, saya tidak bisa sebutkan tepatnya di mana karena demi keamanan anak," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved